Lima Penumpang KMP Putri Yasmin Hilang, ASDP: Kami Kerahkan Seluruh Kemampuan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:56 WIB
Tim SAR memeriksa penumpang yang berhasil diselamatkan dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok.
Tim SAR memeriksa penumpang yang berhasil diselamatkan dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok.

 

RADAR BALI - Operasi pencarian korban insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan.

Hingga Kamis (13/8/2026), data sementara Posko SAR Pelabuhan Lembar mencatat sebanyak lima orang penumpang masih dinyatakan hilang setelah dilaporkan oleh pihak keluarga.

Adapun daftar lima penumpang yang belum diketahui keberadaannya tersebut, yaitu Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.

Petugas mengimbau masyarakat atau pihak keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabatnya untuk segera melapor dan mencocokkan identitas di Posko SAR Pelabuhan Lembar.

Di antara para korban yang belum ditemukan, duka mendalam tengah dirasakan keluarga Selviana Rambu Mayi (20). Perempuan asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut hilang setelah insiden kebakaran terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Sang suami, Jhon Lu Keimarak, berhasil selamat dari musibah dan saat ini berada di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Pasangan yang sehari-hari bekerja di Bali ini sedianya hendak pulang ke kampung halaman untuk menggelar prosesi pernikahan adat.

"Dia kerja di Bali dan bulan ini berencana pulang untuk urusan menikah. Mereka suami istri naik kapal untuk agenda pernikahan itu," ungkap kakak korban, Rusno.

Sebelum memilih menyeberang via Pelabuhan Padangbai dengan KMP Putri Yasmin, mereka sempat berencana naik kapal cepat dari Pelabuhan Benoa, namun batal karena kehabisan tiket. Kontak terakhir terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 02.00 Wita saat Selviana masih berada di atas kapal sebelum ponselnya tak lagi dapat dihubungi.

Operasi Pencarian Diperluas

Guna mengejar golden time, operasi pencarian pada Kamis (13/8/2026) diperluas oleh Kantor SAR Mataram hingga radius 12 nautical mile (NM) ke arah barat daya dari titik awal kejadian dengan memperhitungkan pergerakan angin dan arus laut.

Sejumlah armada air dan udara dikerahkan untuk penyisiran, di antaranya:

Basarnas Mataram: KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Basarnas Denpasar: KN SAR Arjuna.

Pemantauan Udara: Helikopter SGi Air Bali.

Sebelumnya, petugas telah memindahkan tiga korban ke Pelabuhan Lembar. Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya dirawat intensif di RSUP NTB.

Dukungan Penuh ASDP dan Penanganan Darurat

Menanggapi insiden yang menimpa kapal milik operator PT Jemla tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan pihak pengelola memberikan dukungan penuh terhadap proses evakuasi dan penanganan penumpang.

Sebagai pengelola Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar, ASDP mengerahkan seluruh kewenangan dan fasilitas kepelabuhanan, serta terus berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Basarnas.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas paling utama dalam penanganan darurat ini.

“Fokus utama kami saat ini adalah mendukung proses evakuasi dan memastikan penumpang yang berhasil dievakuasi mendapatkan penanganan sebaik-baiknya.

ASDP bersama seluruh stakeholder terus mengerahkan dukungan yang diperlukan, baik dalam proses evakuasi di lokasi maupun penanganan setibanya penumpang di pelabuhan,” tegas Heru.

Dalam penanganan darurat tersebut, KMP Portlink II milik ASDP yang berada di sekitar lokasi insiden turut dikerahkan untuk membantu evakuasi. Sebanyak 35 orang berhasil diselamatkan dan dibawa menuju area pelabuhan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Setibanya di darat, ASDP menyiagakan berbagai fasilitas penunjang medis dan logistik, mulai dari area penerimaan penumpang, akses ambulans, fasilitas P3K, jalur evakuasi, sterilisasi area, hingga pengamanan di area pelabuhan.

“Yang menjadi fokus kami dari sisi pelabuhan adalah memastikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan telah siap saat penumpang tiba. Kami juga memastikan koordinasi dengan instansi terkait berjalan cepat dan tepat,” tambah Heru.

Di sisi lain, Kepala KSOP Kelas II Lembar Syamsurizal menyampaikan bahwa respons cepat dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi perairan Selat Lombok sangat membantu proses pertolongan darurat.

“Keterlibatan kapal-kapal di sekitar lokasi merupakan bagian dari respons keadaan darurat untuk mendukung upaya pertolongan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal,” ujar Syamsurizal.

Kronologi Singkat Kejadian

Berdasarkan data pengelola armada, PT Jembatan Laut, KMP Putri Yasmin mengangkut 212 penumpang beserta kru dalam rute pelayaran dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar.

Waktu Kejadian: Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 Wita.

Lokasi Kejadian: Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Dugaan Awal: Percikan api diduga berasal dari armada truk boks yang terparkir di geladak kendaraan.

Hingga saat ini, proses penanganan serta koordinasi antarinstansi masih terus berlangsung di wilayah Lembar maupun Padangbai guna memastikan seluruh hak dan keselamatan penumpang terdampak terlayani secara maksimal.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
KMP Putri Yasmin Terbakar Kapal Terbakar Selat Lombok pelabuhan padangbai asdp indonesia ferry pelabuhan lembar