KMP Putri Yasmin Terbakar: Bos Oberoi & 1 Warga Denpasar Masih Dicari Tim SAR

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:22 WIB
Petugas SAR gabungan mencari empat penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok. Pencarian diperluas di radius 35 mil laut hingga perairan Nusa Penida. Foto: Kantor SAR Mataram via Lombok Post.
Petugas SAR gabungan mencari empat penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok. Pencarian diperluas di radius 48 mil laut hingga perairan Nusa Penida. (Foto: Kantor SAR Mataram via Lombok Post)

 

RADAR BALI - Memasuki hari keempat pada Sabtu (15/8), tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran untuk mencari empat korban yang masih hilang pascainsiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.

Berdasarkan rekapitulasi data terbaru dari Posko SAR, total penumpang selamat tercatat sebanyak 212 orang, satu orang meninggal dunia, dan empat orang masih dalam pencarian.

Keempat korban hilang yang masih diupayakan pencariannya adalah Yasir Arafat (37) warga Mataram, Selvina Rambu Mayi (28) warga Sumba, serta I Made Sutarjana (55) dan Slamet Yulianto (41) yang keduanya merupakan warga Denpasar, Bali.

Sebelumnya, jumlah korban hilang dilaporkan sebanyak lima orang. Angka tersebut diperbarui setelah tim SAR memastikan satu orang yang masuk daftar pencarian ternyata tidak berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Fokus Penyisiran Tim SAR Gabungan

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa pencarian pada hari keempat dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan cakupan area laut dan pesisir, mengingat posisi bangkai kapal diperkirakan telah bergeser.

Operasi pencarian dibagi menjadi tiga sektor utama. SRU 1 memperluas area penyisiran di perairan timur lokasi kejadian seluas menggunakan RIB 02 Mataram.

SRU 2 melakukan penyisiran pesisir pantai dari Pelabuhan Tembowong hingga Bangko-Bangko sejauh 15 NM.

"Sementara SRU 3 dikerahkan dari Pelabuhan Sampalan menggunakan RIB 02 Klungkung bersama personel Unit Siaga SAR Nusa Penida untuk menyisir perairan selatan Nusa Penida seluas 32NM}," papar Hariyadi, Sabtu (15/8).

Operasi besar ini melibatkan gabungan unsur dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, hingga jajaran RSUD dan potensi SAR swasta seperti Kru Finns SGI Air Bali & Finns Search And Rescue.

Berbagai armada dikerahkan, mulai dari KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, helikopter, hingga sejumlah kapal patroli dan yacht.

Sosok Korban dan Respon Pemerintah Daerah

Dari data korban asal Denpasar, I Made Sutarjana diketahui merupakan Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya sekaligus pemilik jaringan resor mewah bintang lima The Oberoi, termasuk The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak dan The Oberoi Beach Resort Lombok di Lombok Utara.

Pihak keluarga Made Sutarjana hingga kini masih menunggu kepastian di Posko SAR Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Menanggapi musibah ini, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan akan segera memanggil Dinas Perhubungan serta para operator angkutan untuk mengevaluasi menyeluruh sistem pengamanan transportasi laut. "Saya akan kumpulkan Dinas Perhubungan dan operator dan yang punya fasilitas angkutan pribadi untuk menyiapkan sistem pengamanan yang baik," tegas Koster.

Koster menekankan bahwa evaluasi ini sangat penting untuk menjamin keselamatan angkutan publik maupun swasta, terutama terkait kelaikan armada kapal yang beroperasi agar musibah serupa tidak terulang di masa depan. "Kualitas kapal, sebaiknya supaya baik. Jangan sampai terulang lagi (ke depan)," pungkasnya.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Lombok Post, Radar Bali
denpasar KMP Putri Yasmin tim sar Selat Lombok wayan koster