RADAR BALI - Kawasan Kota Mbay di Kabupaten Nagekeo serta Reo di Kabupaten Manggarai menjadi wilayah yang paling parah terdampak guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari kedua pascagempa, Tim SAR Gabungan memfokuskan operasi pencarian, pertolongan, dan penyisiran korban secara intensif di kedua titik prioritas tersebut.
Pengerahan personel bersama Alat Utama (Alut) SAR telah difokuskan ke Mbay dan Reo sejak Minggu pagi. Hambatan jalur darat di kawasan Reo yang sempat tertutup material longsor kini berhasil dibuka oleh petugas rescue.
Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 Wita, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor," kata kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman dalam siaran pers, Minggu (16/8/2026).
"Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan," lanjutnya.
Fathur menambahkan, pendataan dan verifikasi korban di lapangan terus diperbarui seiring meluasnya jangkauan evakuasi.
"Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 Wita, tercatat 112 orang terdampak gempa, 48 meninggal dunia, dan 64 orang mengalami luka berat maupun ringan," terangnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merincikan sebaran awal korban jiwa berada di lima wilayah terdampak:
-
Kabupaten Manggarai: 24 orang meninggal dunia
-
Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang meninggal dunia
-
Kabupaten Sikka: 3 orang meninggal dunia
-
Kabupaten Ngada: 1 orang meninggal dunia
-
Kabupaten Ende: 1 orang meninggal dunia
Proses pemetaan kerusakan dan dampak gempa hingga saat ini masih berlangsung intensif oleh tim gabungan.
"Kaji cepat dampak gempa M 7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan," tutur Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Merespons parahnya dampak bencana di lapangan, pemerintah pusat bergerak cepat mengonsolidasikan penanganan darurat melalui rapat koordinasi di Labuan Bajo yang dipimpin langsung oleh Menko PMK Pratikno.
Pertemuan tersebut dihadiri Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, Wamensos Agus Jabo Priyono, dan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.
Sektor keamanan dan layanan vital juga diperkuat oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, anggota DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Dirut Telkom Dian Siswarini, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama para kepala daerah terdampak.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali