NTT Dilanda 1.624 Gempa Susulan, 68 Meninggal Dunia, 200 Luka

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:54 WIB
Tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak di reruntuhan di NTT. (Foto: Basarnas)
Tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak di reruntuhan di NTT. (Foto: Basarnas)

 

RADAR BALI - Rangkaian gempa bumi susulan masih terus terjadi pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.624 gempa susulan (aftershocks) terjadi di wilayah tersebut, dengan kekuatan bervariasi mulai dari M1,3 hingga M6,2.

Dari total gempa susulan tersebut, 23 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 59 guncangan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dampak gempa bumi ini menimbulkan kerugian jiwa dan kerusakan signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8/2026) sore, korban meninggal dunia tercatat mencapai 68 orang. "68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Sebaran Korban Jiwa dan Luka-Luka

Berton merinci sebaran korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 26 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 24 jiwa. Wilayah lain yang mencatatkan korban jiwa meliputi:

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sebanyak 213 warga mengalami luka-luka, mulai dari kategori ringan hingga berat. Bencana ini juga memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tren Gempa Susulan Meluruh

Meskipun frekuensi dan kekuatan guncangan susulan menunjukkan tren meluruh atau menurun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi guncangan berskala kecil hingga kondisi seismik di kawasan Flores benar-benar stabil.

Warga diharapkan tidak menempati bangunan yang strukturnya sudah rusak atau retak guna menghindari risiko bahaya.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Gempa NTT bencana alam bmkg BNPB flores