DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gde Teja Bhusana, telah sampai di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk turut melakukan asesmen di lokasi pascagempa pada 15 Agustus 2026 lalu.
Pihak BPBD juga telah menghitung anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp150 juta untuk membantu warga yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami sedang keliling toko untuk belanja di Ende. Masih proses. Target belanja senilai 150 juta. Tapi belum selesai belanjanya," terang Teja saat dihubungi Selasa (18/8/2026).
BPBD telah melakukan koordinasi kebutuhan di Posko. Teja mengungkapkan, bantuan dari Bali berupa makanan siap saji, minyak goreng, air mineral, pampers, alat kebersihan, beras, matras, dan selimut.
Kini, kata Teja, kondisi di lokasi yang ia kunjungi sudah berangsur kondusif kendati beberapa kali terjadi gempa susulan.
"Menurut saya situasi cukup terkendali, sudah semua pihak terpantau membantu. Sudah terus berdatangan," jelasnya.
Pemprov Bali telah mengirimkan personel medis yang mulai bertugas di daerah Sikka. Lanjut besok, ada tambahan medis EMT dengan sasaran daerah Nagekeo.
"Tim BPBD sendiri sudah sampai kemarin, masuk melalui Maumere, sekarang posisi di Ende," jelasnya.
Tim dari Bali telah bergerak dari pembelian logistik lanjut ke distribusi. Saat ini sebagian tim masih melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban, kemudian memberikan layanan kebutuhan dasar seperti tempat pengungsian.
"Kendala di lapangan, sebaran kejadian yang luas di tujuh kabupaten di Pulau Flores, dan lokasinya yang jauh-jauh," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com