DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Konsultasi Publik Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa Periode 2026–2036 sukses digelar di Legian, Bali (21/8).
Dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) film dokumenter Elang Jawa serta talk show di Denpasar.
Sebanyak 96 penonton dari Universitas Udayana, Sispala Bhuana Malini, PPLH Bali, Telkom, PT Wooden Fish Village dan Universitas Dhayana Putra memenuhi nobar pada akhir pekan (22/8).
Seusai nobar, talk show menghadirkan Tedi Setiadi selaku Tim Penyusun Dokumen SRAK Elang Jawa, Josephine Laura Sutanto - Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Gde Oka Widiyadewanta - Anggota BSC Curik dan Deny Rahmadani Anggota Satwa Alam Bali.
"Kami berharap informasi kebeberadaan Elang Jawa bisa diketahui lebih banyak orang, terutama penduduk Bali.
Kegiatan ini menjadi media penyadartahuan bagi masyarakat tentang nilai penting Elang Jawa, tantangannya, dan upaya pelestarian yang perlu dilakukan.
Harapan lainnya yaitu dari peserta yang hadir akan muncul generasi baru peneliti, pemerhati, dan pelestari Elang Jawa di masa yang akan datang terutama yang bisa melakukan kegiatan penelitian dan pelestarian Elang Jawa di Pulau Bali," ungkap Tedi Setiadi selaku Tim Penyusun Dokumen SRAK Elang Jawa.
Melihat antusias para penonton yang didominasi oleh generasi muda, menjadi harapan bagi masa depan Elang Jawa.
Tim Penyusun Dokumen SRAK Elang Jawa bekerja keras menyelesaikan agendanya.
"Kegiatan selanjutnya adalah finalisasi dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa Periode Tahun 2026-2036, yang diharapkan bisa selesai pada bulan Oktober 2026.
Selanjutnya pada akhir tahun akan dilakukan penyusunan rencana implementasi dokumen SRAK tersebut," jelas Tedi. (tis)
Editor : Rosihan Anwar