RADAR BALI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar konsultasi publik rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Graha Sanjayaning Singasana, Tabanan, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan yang dipimpin Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali ini menghadirkan perwakilan warga terdampak, perbekel, serta bendesa adat dari Jembrana, Tabanan, dan Badung.
Dalam konsultasi tersebut, warga mendesak kepastian realisasi proyek strategis nasional yang bergulir sejak 2022 ini.
Perbekel Desa Antosari I Wayan Agus Suriawan menyatakan masyarakat pada dasarnya mendukung, namun enggan digantung oleh konsultasi tanpa kepastian. Ia juga mengingatkan agar desain pembangunan kelak memperhatikan jalur melasti dan jaringan irigasi.
Senada dengan Agus, Bendesa Adat Kesiut I Gusti Putu Muliawan meminta proyek ini tidak dijadikan komoditas politik menjelang pemilu, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap tanah adat saat pematokan lahan.
Menjawab desakan warga, perwakilan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Muhamad Yoga menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan review studi pada 2025 untuk efisiensi biaya dan penyesuaian harga.
Pada tahap I (ruas Pekutatan-Soka-Mengwi), trase jalan tidak mengalami perubahan, namun ada pertimbangan untuk memperkecil lebar jalan. "Jadi jalan untuk sepeda motor dipertimbangkan lagi, apakah layak atau tidak," ujar Yoga.
Yoga menegaskan bahwa penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan tahapan wajib yang tengah disiapkan untuk memitigasi dampak pembangunan terhadap lingkungan dan nilai sosial budaya lokal.
"Masukan dari warga terkait kondisi lingkungan untuk memitigasi dampak, agar dampak lingkungan terhadap masyarakat dapat diminimalisir," serunya. Ia menambahkan, "Masukan dari masyarakat Bali, terutama terkait adat, akan kami masukkan dan diaplikasikan dalam pembangunan."
Pemerintah menargetkan penyusunan AMDAL rampung pada 2026 sebagai syarat pengurusan izin lingkungan dan dokumen tender.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses lelang akan dimulai pada 2027, dilanjutkan pembebasan lahan pada 2028–2029, dan tol ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2031.
"Jika sesuai rencana, tahun 2031 tol ditarget mulai beroperasi," pungkas Yoga.
Sumber : Radar Bali