UNGASAN, radarbali.jawapos.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Tahun 1447H/2026M sekaligus Koordinasi Persiapan Tahun 1448H/2027M di Four Points by Sheraton Bali, Ungasan, pada 24–25 September 2026.
Pertemuan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam arahannya, Dahnil menegaskan pentingnya mengusung misi Tri Sukses Haji sebagai kerangka utama transformasi kebijakan dan pelayanan Kemenhaj.
“Misi dari penyelenggaraan haji yang Bapak dan Ibu kenal adalah Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban. Ketiga aspek ini menjadi bagian penting agar penyelenggaraan haji dan umrah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tegas Dahnil Anzar Simanjuntak.
Konsep Tri Sukses Haji tersebut memuat tiga pilar utama:
1. Sukses Ritual: Peningkatan kualitas pelayanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah bagi jemaah.
2. Sukses Ekosistem Ekonomi: Penguatan kontribusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari sektor haji dan umrah.
3. Sukses Keadaban & Peradaban: Penguatan tata kelola, transparansi, serta pembinaan karakter jemaah.
Evaluasi Penyelenggaraan 1447H/2026M
Rangkaian rapat evaluasi menyoroti sejumlah poin krusial operasional haji khusus, di antaranya:
- Kepesertaan dan pembinaan penyelenggaraan jemaah haji khusus.
- Pelaksanaan kriteria istithaah kesehatan jemaah.
- Dukungan keimigrasian serta mekanisme pengawasan di lapangan.
- Optimalisasi sistem informasi terpadu kementerian, seperti SISKOHAT dan SISKOPATUH.
Peta Jalan Persiapan 1448H/2027M
Selain mengevaluasi pelaksanaan tahun berjalan, Kemenhaj merumuskan agenda strategis untuk musim haji berikutnya, meliputi:
- Arah kebijakan baru dan skema transaksi Business-to-Business (B2B) haji khusus.
- Penetapan standar kegiatan usaha bagi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
- Regulasi pelunasan dan pengembalian saldo setoran Bipih Khusus.
- Sosialisasi program Kampung Haji.
Melalui forum koordinasi ini, Kemenhaj bersama pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi guna menghadirkan tata kelola haji khusus yang lebih responsif, profesional, dan akuntabel di masa mendatang.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com