Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Produsen Otomotif Tak Khawatir Opsen Pajak di Bali, Ini Alasannya

Marsellus Pampur • Jumat, 17 Januari 2025 | 14:35 WIB
OPTIMISTIS : Ridwan Qisty selaku Regional Manager East Region Hyundai. (Foto Marsellus Pampur/Radar Bali)
OPTIMISTIS : Ridwan Qisty selaku Regional Manager East Region Hyundai. (Foto Marsellus Pampur/Radar Bali)

DENPASAR, Radar Bali.id-Opsen Pajak (OP)  Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai akan membawa dampak buruk. Ini karena dalam pasal 38 disebutkan bahwa tarif Opsen PKB ditetapkan sebesar 66 persen dihitung dari besaran PKB terutang.

Kemudian diikuti pasal 39 tentang Besaran pokok Opsen PKB yang terutang dihitung dengan cara mengalikan dasar pengenaan Opsen PKB sebagaimana dimaksud dalam pasal 38.

Seperti diketahui, opsen pajak merupakan pungutan tambahan pajak berdasarkan persentase tertentu. Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD)..

 Baca Juga: Pameran Otomotif Bali Motor Show, Bos Belby Enterprise: Target Awal Membentuk Brand Image

Keputusan pemerintah terkait Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (OP PKB)akhirnya diringankan dengan langkah yang diambil Pemprov Bali.

 

Pemprov Bali memberikan keringanan pengurangan pokok pajak PKB dan BBNKB. Keringanan ini diberikan melalui Perda 1 tahun 2024 dan Pergub nomor 30 tahun 2024.

 

Dimana di dalamnya merinci 14,35 persen PKB untuk kendaraan bermotor sampai 200cc, 12,15 persen PKB untuk kendaraan bermotor di atas 200cc, 24 persen BBNKB untuk kendaraan baru, dan bebas proflgrsif dan BBNKB II. Keringanan ini sudah muali diberlakukan sejak tanggal 5 Januari 2024 lalu.

Keringanan ini pun disambut baik oleh produsen otomotif di Bali. Salah satunya disampaikan oleh Ridwan Qisty selaku Regional Manager East Region Hyundai.

Dia menjelaskan, pada Desember 2024 lalu saat isu pajal opsen mulai berhembus, penjualan mobil malah meningkat drastis.

”Nah, di awal Januari 2025 ini belum terlihat. Mungkin karena konsumen masih menunggu dan melihat terkait seperti apa pajak Opsen ini," katanya dalam peluncuran New Creta N Line Turbo dan New Creta di Mall Bali Galeria, Kamis (16/1/2025).

Dia menjelaskan lebih jauh, bahwa pekan lalu pihaknya sudah mendapatkan jawaban dari Pemda terkait pajak opsen tersebut.

Pemerintah memberikan keringanan serupa seperti di Jawa Timur. Sehingga hal ini tak akan berdampak signifikan terhadap kenaikan harga penjualan mobil di Bali.

Meski belum terlibat progres penjualan usai penerapan Opsen, dirinya mengakui bahwa sekarang ini penjualan produk masih berjalan normal seperti biasanya.

Sebelum ada keringanan itu, kenaikan harga kendaraan diprediksi mencapai 30 persen. Namun karena adanya keringanan dari Pemprov Bali, kenaikan harga akan berlaku sedikit saja.

”Dampak terhadap harga memang tidak terlalu siginifikan karena ada solusi dari Pemda. Efeknya (kenaikan harga) hanya di PPN dari 11 persen ke 12 persen," tambahnya. Lebih jauh, menurutnya tak ada ketakutan tersendiri dari produsen otomotif terkait Opsen tersebut.

”Kalau ketakutan sih, kami mencari alternatif untuk antisipasi kalau memang ada efek  karena ini tidak hanya Hyundai tapi brand lain juga mencari solusi. Kami yakin ada opportunity lain dengan adanya kebijakan ini," bebernya.

Di Hyundai sendiri saat ini mengalami penjualan yang melonjak drastis. Bahkan mereka sudah menambah satu dealer lagi di Bali, yakni di kota Gianyar. Dengan begitu, Hyundai sudah memiliki tiga dealer di pulau Dewata.

 

 Dengan penjualan yang melonjak, Bali menajdi salah satu target pasar yang menggairahkan. Sehingga pada Kamis (16/1/2025), Hyundai memperkenalkan produk baru mereka yakni New Creta N Line Turbo dan New Creta. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#opsen pajak #pemprov bali #otomotif