Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mending Listrik, PHEV, atau Bensin? Adu Spek Wuling Eksion, BYD M6, dan CR-V Turbo

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 1 Juni 2026 | 13:51 WIB
Dari kiri, Wuling Eksion, BYD M6, dan CRV I,5 L Turbo.
Dari kiri, Wuling Eksion, BYD M6, dan CRV I,5 L Turbo.

 

RADAR BALI - Pasar kendaraan keluarga dengan kapasitas 7 penumpang di Indonesia semakin menarik. Konsumen kini disuguhkan pilihan antara teknologi elektrifikasi modern (baik listrik murni maupun Plug-in Hybrid) atau tetap setia pada ketangguhan mesin bensin konvensional dengan induksi turbo yang sudah teruji.

Tiga kontestan yang menarik perhatian di kelas medium ini adalah Wuling Eksion, BYD M6, dan Honda CR-V 1.5L Turbo. Ketiganya menawarkan pendekatan, bentuk bodi, dan karakter mesin yang sangat berbeda.

Berikut adalah analisis perbandingan mendalam untuk membantu Anda menentukan pilihan terbaik.

1. Desain dan Karakter Bodi: SUV vs MPV

Wuling Eksion mengusung postur tangguh khas SUV dengan panjang bodi 4.745 mm. Desain eksteriornya menonjolkan kesan futuristik berkat lampu depan-belakang bermotif X-Shaped LED, penggunaan velg 18 inci, serta atap two-tone untuk varian tertinggi. Karakter SUV-nya memberikan visibilitas berkendara yang tinggi dan fleksibilitas di berbagai kondisi jalan.

BYD M6 murni sebuah MPV medium (panjang 4.710 mm) dengan ground clearance sekitar 170 mm. Desainnya lebih elegan, aerodinamis, dan fokus pada efisiensi ruang kabin. Postur tubuh yang lebih rendah membuatnya sangat stabil di jalan raya dan mudah diakses oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak dan lansia.

Honda CR-V 1.5L Turbo menampilkan bahasa desain SUV premium khas Jepang yang dewasa, gagah, dan sporty. Meskipun tidak menggunakan kosmetik varian RS, tipe bensin turbo ini tetap mempertahankan proporsi eksterior yang atletis, dinamis, dan memiliki build quality yang sangat presisi serta kokoh.

2. Sektor Dapur Pacu: Listrik, PHEV, vs Turbo Bensin Murni

Perbedaan paling fundamental dari ketiga mobil ini terletak pada jenis penggerak dan sistem pemanfaatan energinya.

Wuling Eksion (Dua Opsi: EV & PHEV):

Varian EV (Listrik Murni): Dibekali baterai Magic Battery Pro 69,2 kWh dan motor listrik bertenaga 203 hp dengan torsi 310 Nm. Jarak tempuhnya mencapai 530 km (CLTC).

Varian PHEV (Plug-in Hybrid): Mengawinkan mesin bensin 1.5L dengan motor listrik bertenaga 195 hp. Dengan baterai 20,5 kWh, mobil ini bisa melaju dalam mode listrik murni sejauh 110-125 km.

Jika dikombinasikan dengan bensin penuh, jarak tempuh totalnya mampu menembus lebih dari 1.000 km.

BYD M6 (EV Murni - BEV):

Bergerak murni menggunakan listrik dengan motor bertenaga 154 tk hingga 201 tk (tergantung varian) dan torsi instan 310 Nm. Menggunakan Blade Battery khas BYD yang terkenal aman, jarak tempuh MPV ini berkisar antara 420 km hingga 530 km.

Honda CR-V 1.5L Turbo (Mesin Konvensional / ICE):

Mengandalkan mesin bensin 4-silinder 1.5L VTEC Turbocharged yang dipadukan dengan transmisi CVT. Dapur pacu ini menghasilkan tenaga sekitar 190 hp dan torsi 240 Nm.

Mesin ini menyalurkan tenaga secara linear dan bertenaga di putaran atas, memberikan karakter berkendara tradisional yang dinamis tanpa ketergantungan pada baterai besar atau sistem colokan listrik.

3. Interior, Kenyamanan, dan Akomodasi Kabin

Wuling Eksion: Menyuguhkan interior mewah dengan kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black. Dasbornya didominasi layar Floating Head Unit 12,8 inci.

Fitur kenyamanannya sangat melimpah, mulai dari Electric Panoramic Sunroof, kaca ganda kedap suara (soundproof double glass), hingga kursi depan yang dilengkapi pemanas/pendingin (ventilated seat).

Jarak sumbu roda (wheelbase) 2.810 mm membuat ruang kaki baris ketiga cukup akomodatif untuk orang dewasa.

BYD M6: Menawarkan kenyamanan kabin khas MPV yang ergonomis dengan posisi duduk yang rileks. Tata letak dasbornya rapi dengan layar tengah khas BYD yang bisa diputar (rotasi).

Kenyamanan suspensi BYD M6 dinilai sangat lembut dan mementingkan kenyamanan penumpang di baris kedua dan ketiga untuk perjalanan harian.

Honda CR-V 1.5L Turbo: Memberikan atmosfer kabin paling ergonomis dan pengemudian (driver-oriented) terbaik di kelasnya. Kualitas material interior, kelembutan bahan soft touch, dan posisi duduk pengemudi adalah yang paling presisi.

Berbeda dengan varian e:HEV yang hanya 5-seater, varian 1.5L Turbo ini mengusung konfigurasi 3 baris kursi (7-seater). Namun, akomodasi baris ketiganya cenderung lebih terbatas dibandingkan Eksion dan BYD M6, menjadikannya lebih ideal sebagai konfigurasi 5+2 (baris ketiga untuk anak-anak atau penggunaan darurat).

4. Fitur Keselamatan dan Asistensi Berkendara

Wuling Eksion: Sangat unggul di kelas harganya dengan mengusung sistem ADAS Level 2 yang sangat lengkap, meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), hingga Blind Spot Detection (BSD).

BYD M6: Dilengkapi dengan fitur keselamatan aktif dan pasif modern, seperti kamera 360 derajat, kontrol traksi, ABS, serta beberapa fungsi asisten berkendara pintar standar untuk mendeteksi bahaya di sekitar mobil.

Honda CR-V 1.5L Turbo: Sudah dibekali dengan paket keselamatan Honda SENSING. Kinerja fitur keselamatan aktifnya, seperti Collision Mitigation Braking System (CMBS) dan Lane Keeping Assist System (LKAS), terkenal sangat halus, presisi, dan natural dalam membaca marka jalan serta kendaraan di depan.

5. Harga dan Pemeliharaan Jangka Panjang

BYD M6: Menjadi opsi paling terjangkau di rentang harga Rp 380 juta hingga Rp 430 juta. Menawarkan value for money yang sangat tinggi bagi keluarga yang ingin bermigrasi total ke ekosistem mobil listrik murni tanpa menguras kantong.

Wuling Eksion: Berada di segmen menengah dengan rentang harga Rp 389 juta hingga Rp 499 juta (tergantung pilihan varian EV atau PHEV). Mobil ini memberikan fleksibilitas luar biasa karena konsumen bisa memilih teknologi yang paling sesuai dengan profil mobilitas mereka.

Honda CR-V 1.5L Turbo: Dipasarkan di kisaran harga Rp 700 jutaan. Meskipun lebih mahal dan masih menggunakan mesin bensin konvensional, harga ini dibayar dengan reputasi nama besar CR-V, ketahanan mesin turbo yang sudah teruji bertahun-tahun, kemudahan servis di seluruh pelosok Indonesia, serta nilai jual kembali (resale value) yang cenderung paling kuat dan stabil.

Kesimpulan: Pilih yang Mana?

Pilih Wuling Eksion jika: Anda menginginkan SUV tangguh dengan limpahan fitur modern (seperti panoramic sunroof dan ADAS canggih), serta ingin fleksibilitas bensin+listrik lewat varian PHEV agar bisa bepergian jarak jauh tanpa khawatir charging station.

Pilih BYD M6 jika: Fokus utama Anda adalah kenyamanan suspensi untuk keluarga, kepraktisan akses kabin sebuah MPV murni, dan ingin merasakan efisiensi total mobil listrik murni (BEV) dengan budget yang rasional.

Pilih Honda CR-V 1.5L Turbo jika: Anda memprioritaskan kualitas berkendara (handling) yang superior, kemudahan perawatan mesin bensin konvensional tanpa sistem baterai besar, serta menginginkan investasi jangka panjang berupa mobil dengan durabilitas tinggi dan nilai jual kembali yang sangat aman.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Wuling Eksion vs BYD M6 #Honda CR-V 1.5L Turbo #Perbandingan SUV 7 Seater #Mobil Keluarga Elektrifikasi #Review Mobil Indonesia