RADAR BALI – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya resmi menandai era baru elektrifikasinya di Tanah Air. Melalui pameran special display yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pabrikan berlogo tiga berlian ini resmi meluncurkan Mitsubishi Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Kehadiran varian ramah lingkungan dengan konsep Elevated Urban SUV ini menjadi pelengkap dari varian reguler bermesin konvensional yang sudah ada sebelumnya. Menariknya, selama masa launching, SUV kompak 5-seater ini ditawarkan dengan harga khusus Rp 445 juta OTR Jakarta.
Namun, daya tarik utama yang paling menyita perhatian adalah klaim konsumsi bahan bakarnya. Berdasarkan spesifikasi global, Mitsubishi Xforce HEV mampu mencatatkan efisiensi bahan bakar yang fantastis, yakni mencapai 24,4 kilometer per liter.
Catatan ini bahkan disebut-sebut lebih optimal dibandingkan saudaranya, Xpander HEV. Lantas, apa rahasia di balik efisiensi ekstrem tersebut?
Sistem Hybrid Baru dengan Mekanisme Motor Disconnect
Di atas kertas, Mitsubishi Xforce HEV memang berbagi basis penggerak yang sama dengan Xpander HEV. Di balik kap depannya, tertanam mesin bensin 1,6 liter naturally aspirated berkode 4A92 MIVEC yang menghasilkan tenaga 95 hp dan torsi 134 Nm. Ketika dikombinasikan dengan motor listrik, output totalnya melonjak hingga 116 hp dengan torsi instan mencapai 255 Nm.
Meski basis mesinnya kembar, Mitsubishi menyematkan sistem hybrid generasi yang lebih baru dan jauh lebih canggih pada Xforce HEV.
Rahasia pertama terletak pada penggunaan komponen transaxle baru yang memiliki tingkat efisiensi mekanis lebih tinggi. Rahasia kedua sekaligus yang paling krusial adalah adanya mekanisme motor disconnect.
Teknologi ini berfungsi memutus hubungan motor listrik secara otomatis dari poros penggerak ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan. Dengan terputusnya hubungan ini, gesekan mekanis dan hilangnya energi (energy loss) dapat dikurangi secara signifikan. Hasilnya, konsumsi bensin tetap bisa ditekan seminimal mungkin meski mobil dipacu kencang.
Hebatnya lagi, efisiensi ini tidak mengorbankan fungsionalitas. Baterai hybrid diletakkan secara presisi di bawah jok depan. Posisi cerdas ini membuat ruang kabin tetap lapang, kapasitas bagasi tetap luas untuk membawa koper besar, dan fleksibilitas pelipatan kursi belakang 40:20:40 tetap terjaga.
Fitur Berlimpah dan Garansi Baterai 10 Tahun
Bukan sekadar mengejar status mobil irit, Mitsubishi Xforce HEV juga dibekali dengan modal kuat untuk merajai kelas SUV kompak. Salah satunya adalah kehadiran fitur Panoramic Sunroof yang menjadi jawaban langsung dari Mitsubishi setelah mendengar berbagai masukan konsumen di Indonesia.
Untuk menunjang karakter berkendara di berbagai medan jalan, pengemudi dimanjakan dengan 7 Drive Mode (termasuk EV, Charged, Normal, Tarmac, Gravel, Mud, dan Wet). Karakter berkendara ini disempurnakan oleh fitur legendaris Active Yaw Control (AYC) yang mengatur distribusi gaya pengereman roda depan demi menjaga stabilitas saat bermanuver di tikungan atau jalan licin.
Dari sektor keselamatan, paket ADAS bertajuk Mitsubishi Motors Safety Sensing sudah hadir sebagai standar. Fitur keselamatan aktif ini meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Automatic High Beam (AHB), hingga Blind Spot Warning (BSW).
Director of Sales & Marketing MMKSI Irwan Kuncoro mengatakan bahwa XForce HEV mendapatkan garansi baterai 10 tahun atau 200.000 km. Plus gratis pengecekan baterai selama 5 tahun atau 100.000 km.
Dengan kombinasi harga peluncuran yang kompetitif, jaminan garansi fantastis, serta teknologi mesin hybrid generasi terbaru yang super irit, Mitsubishi Xforce HEV kini siap menjadi penantang terberat di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali