Lewat Firstlady, Tuksedo Studio Usung Semangat "La Dolce Vita" dari Bali untuk Dunia

Tim Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 22:42 WIB
Pendiri Tuksedo Studio, Gusti, lakukan restorasi dan desain sportscar klasik buatan tangan (handmade) kini memasuki babak baru, saat sesi Konferensi Pers. (ist/radarbali.id)
Pendiri Tuksedo Studio, Gusti, lakukan restorasi dan desain sportscar klasik buatan tangan (handmade) kini memasuki babak baru, saat sesi Konferensi Pers. (ist/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Perjalanan panjang Tuksedo Studio di dunia restorasi dan desain sportscar klasik buatan tangan (handmade) kini memasuki babak baru.

Bertempat di Bali pada Jumat (18/9/2026), studio otomotif ini merilis Firstlady, sebuah mobil dengan desain orisinal yang terinspirasi oleh semangat La Dolce Vita—filosofi Italia yang merayakan keindahan, estetika, dan seni menikmati hidup.

Pendiri Tuksedo Studio, Gusti, mengatakan Firstlady menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya otomotif lokal yang tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga mengedepankan desain dan nilai seni.

"Acara ini tujuan besarnya adalah memperkenalkan mobil desain asli Tuksedo Bali, yang dibuat di sini dan akan finish di sini, 100 persen buatan lokal Bali, handmade, tidak pakai mesin tetapi menggunakan tangan," kata Laksmana Gusti Handoko, Co Founder Tuksedo Studio.

Diinisiasi sejak 2026 dan dikembangkan bersama RANS, Firstlady memadukan proporsi anggun sportscar klasik dengan balutan teknologi modern. Dikerjakan penuh oleh talenta lokal Bali, mobil yang ditargetkan meluncur pada 2027 ini menegaskan lompatan Tuksedo Studio dari sekadar menghidupkan kembali ikon otomotif masa lalu menjadi pencipta karya berseni dengan identitasnya sendiri.

Malam pengenalan bertajuk La Dolce Vita: Tuksedo Auto & Fashion Gala tersebut turut memadukan kriya otomotif, seni kontemporer, dan dunia busana:

Hadirnya Firstlady di Bali bukan sekadar tentang peluncuran mobil baru, melainkan bentuk perayaan atas keberanian, keahlian tangan (craftsmanship), dan identitas karya Indonesia yang siap diperkenalkan ke panggung global.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
La Dolce Vita handmade RANS tuksedo studio