Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Buleleng mencatat, tingkat hunian hotel rata-rata ada di angka 60 persen. Hunian itu didongkrak oleh kunjungan ke hotel-hotel berbintang.
“Kalau hotel-hotel bintang, tingkat huniannya itu di atas 50 persen. Malah beberapa hotel itu ada yang full book. Memang untuk yang non bintang di bawah 40 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jelas ini menggembirakan,” kata Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa saat dihubungi kemarin (26/12).
Istimewanya lagi tingkat hunian wisatawan domestik di Buleleng juga semakin panjang. Biasanya tingkat hunian maksimal selama dua malam saja.
“Tapi sekarang rata-rata tingkat huniannya itu antara 3-4 malam. Itu terjadi di hotel bintang. Ini cukup menggembirakan bagi kami,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, diperkirakan ada 21 ribu orang wisatawan yang meramaikan Buleleng sepanjang libur Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 15 ribu orang merupakan wisatawan domestik dan 6 ribu orang lainnya merupakan wisatawan mancanegara.
Ia menyebut beberapa hotel telah melaporkan tingkat hunian yang tinggi hingga malam pergantian tahun. “Ada juga yang booking-nya belum penuh. Tapi ujung-ujungnya hotel itu penuh. Karena banyak wisdom di sana. Karakter wisdom kan begitu, baru beberapa hari sebelumnya booking. Kalau wisman, dia sudah booking sejak beberapa bulan sebelumnya,” jelas Dody.
Saat ini kunjungan wisatawan diperkirakan masih didominasi pada beberapa destinasi wisata. Yakni kawasan Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan, objek wisata selam di Desa Pemuteran, atraksi lumba-lumba di Lovina, serta wisata tracking di Danau Buyan dan Tamblingan. (eps/rid)
Editor : M.Ridwan