Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa akan segera menata kondisi perahu nelayan Samudra Jaya Pantai Sekeh dan bukan menyingkirkan. Sehingga tempat perahu para nelayan tertata dengan bagus. “Kita ingin sesuai perintah Bupati sekaligus kita ingin menata perahu nelayan yang tadinya semrawut kita tata lagi agar lebih rapi,” terang Sekda Adi Arnawa belum lama ini.
Secara terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Banjar Segara Kuta, Mangku Nyoman Budiartha mengakui bersama kelompok nelayan memang telah berkoordinasi dengan Sekda Badung, terkait rencana penataan perahu nelayan di Pantai Jerman.
Para nelayan mempunyai keinginan untuk menata kembali kondisi tempat perahu nelayan, dengan membuatkan tempat khusus serta mengatur sedemikian rupa agar menjadi lebih rapi. “Kami memang mempunyai rencana untuk menata, dan kami sudah sepakat untuk itu. Jadi kami ingin tempatnya nanti lebih bagus, ada tiang pancang, tertata rapi, tidak semrawut seperti sekarang ini. Jadi rencana penataan dari Pak Sekda tentu kami sangat sambut baik,” jelasnya.
Kata dia, di pantai tersebut ada empat kelompok nelayan yang berada di Banjar Segara. Yaitu Kelompok Nelayan Samudera Jaya 1, 2, 3, dan 4. Masing-masing kelompok nelayan beranggotakan 36-41 orang, mereka juga mempunyai zona masing-masing dan terorganisir.
Umumnya, perahu nelayan ditambatkan di tengah laut dan hanya beberapa yang di darat. Namun pada saat musim angin barat (angin kencang dan ombak besar), perahu tersebut ditempatkan di pesisir untuk keamanan perahu nelayan.
“Ada beberapa tempat yang akan disiapkan, ini tentu masih perlu pembicaraan lebih lanjut kedepan. Kepedulian Pemkab Badung terhadap kondisi kelompok nelayan kami sangat kami apresiasi. Kami sangat bersyukur dengan perhatiannya dan apa yang sudah disiapkan Pemda selama ini, karena fasilitas di Pantai Jerman jauh lebih baik,” jelasnya.
Selain pembuatan area penambatan yang lebih rapi, Pemkab Badung melalui Dinas PUPR juga mempersiapkan fasilitas untuk memudahkan para nelayan dalam mengangkut perahu ke daratan. Selama ini para nelayan memang cukup kesulitan mengangkut perahunya ke daratan, sehingga memerlukan tenaga yang cukup banyak. [made dwija putra/radar bali]
Editor : Hari Puspita