PERSEWAAN sepeda listrik ini telah dibuka rata-rata Desember 2022 lalu. Pemilik rental sepeda listrik ternyata mereka dulunya nelayan dan pedagang di Pantai Sanur yang tokonya digusur karena proyek revitalisasi Grand Inna Bali Beach (GIBB) pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur.
I Wayan Muja memulai bisnis sewa sepeda listrik sejak dua bulan lalu. Ia tidak usaha sendiri. Usaha dilakukan dengan berkelompok, beranggotakan 11 orang, memiliki 20 unit. Satu sepeda listrik disewa Rp 35 ribu per satu jam.
Sepeda ini paling ramai diburu Sabtu dan Minggu. " Paling banyak ya domestik. Tapi juga ada warga negara asing (WNA) kalau siang-siang," ucapnya. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bali, harga sepeda listrik bervariasi sekitar Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Untuk pengisian listrik dilakukan malam hari.
Jadi untungnya lumayan jika disewakan" Satu hari bisa kurang ngecas kalau disewa satu sepeda sampai lima kali pakai," tuturnya.
Hal yang sama juga diutarakan pemilik rental sepeda listrik, I Wayan Serikut. Ia dulunya berdagang di sepanjang Pantai Sanur, tetapi digusur karena proyek KEK.“ Diberikan warung UMKM tapi sepi, saya pindah ke sini bisnis sewa sepeda listrik ” ungkapnya, Sabtu (18/2/2023).
Ia juga berkelompok dan ia dipercaya mengelola dan bertanggungjawab akan usaha sewa sepeda listrik ini. Rental sepeda listrik buka dari pukul 06.00 pagi, sampai jam 08.00 malam. Untuk kekuatan baterai biasanya sampai tiga jam.
“Sebelumnya saya kerja di boat Lembongan macet saat ini. Ini lah dipercaya mengelola bertanggung jawab sama kelompok. Pertama kali saya secara pribadi ternyata banyak yang tertarik,” imbuhnya.
Setelah membuka usaha penyewaan sepeda listrik ini, diakui antusias masyarakat besar. Banyak peminatnya apalagi saat hari libur.
Ada 22 unit sepeda listrik yang disewakan. Jumlah anggota kelompoknya ada delapan orang. Mereka juga termasuk kelompok nelayan yang terkena imbas penggusuran.
“Biasanya kalau sudah di atas jam 10.00 pagi sampai jam 03.00 sore itu kadang-kadang turun bisa Rp 25 ribu. Kalau ngecas kami punya gudang, ngecasnya sekitar empat jam. Lama pakainya empat jam normalnya empat jam,” paparnya.
Paling banyak peminat sepeda listrik ini adalah wisatawan lokal. kadang-kadang juga ada turis, tapi jarang. Jarak tempuh sepeda listrik ini hingga Mertasari atau sekitar 6-7 kilometer.
Satu sepeda daya angkut maksimalnya 125 kilogram. Wayan menuturkan kendala usaha ini saat hujan, dia langsung tutup karena tidak mungkin ada yang menyewa.
“Kalau hujan kadang tidak buka," cetusnya.
Sepeda listrik ini harus dirawat dengan baik karena rawan karatan. Apalagi area pantai yang anginnya membawa molekul garam. Sebelum tutup, ia akan membersihkan sepeda listrik dengan pembersih khusus untuk menghindari korosi. "Sparepart-nya juga mahal, copot gini saja sampai Rp 150 ribu satu set,” tukasnya. [ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita