Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Isu “Jual Beli Kepala” Wisatawan Kembali Mencuat, Wagub Cok Ace Rapatkan Semua OPD

M.Ridwan • Selasa, 21 Februari 2023 | 15:15 WIB
SAMBUT TIONGKOK: Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana(Cok Ace) memimpin rapat bersama pemangku kepentingan untuk menata pariwisata Bali, di Kantor Gubernur Bali,  kemarin (20/2/2023)
SAMBUT TIONGKOK: Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana(Cok Ace) memimpin rapat bersama pemangku kepentingan untuk menata pariwisata Bali, di Kantor Gubernur Bali, kemarin (20/2/2023)
DENPASAR,radarbali – Seiring mulai derasnya wisatawan yang berkunjung ke Bali, Wakil Gubernur Bali  Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati memimpin seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mencegah praktik "jual beli kepala". Hal itu diungkapkan rapat persiapan tata kelola destinasi pariwisata Provinsi Bali bersama OPD (organisasi perangkat daerah)  dan stakeholder pariwisata bertempat di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, kemarin (20/2).

Cok Ace-sapaan akrabnya- menyampaikan  wisatawan Tiongkok secara kuantitas tidak bisa dipandang sebelah mata dan selalu menjadi salah satu jumlah wisatawan tertinggi ke Bali. “Jadi kami harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatu, dari segi regulasi hingga penunjang lainnya, sehingga target kunjungan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah bisa terwujud,” jelasnya.

Kembali merujuk pada keadaan sebelum Pandemi Covid-19,  Cok Ace melanjutkan isu terpenting yang menyangkut wisatawan Tiongkok dulu adalah masalah “Jual Beli Kepala” wisatawan yang dilakukan oleh sejumlah oknum agen perjalanan di Tiongkok. Menyiapkan dibukanya pasar Tiongkok tahun 2023, ia mengatakan mengumpulkan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya mendengar juga ada banyak keluhan, tidak hanya oleh masyarakat kami namun juga oleh wisatawan Tiongkok sendiri bahkan dari Konjen Tiongkok di Bali. Karena hal tersebut juga merugikan para wisatawan tidak bisa menikmati Bali dengan baik,” imbuhnya.

Kepada OPD terkait di Pemprov Bali, ia menginstruksikan agar menindak tegas jika masih ada praktik-praktik seperti itu di Bali. Yang terpenting, harus mengantisipasi agar masalah tersebut tidak berulang lagi di Bali. “Kepada stakeholder pariwisata, baik HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) atau ASITA agar membantu kami melaporkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di lapangan. Sehingga kolaborasi antara pemerintah, sektor pariwisata dan masyarakat bisa mempercepat masalah ini,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar ISI Denpasar itu mengatakan bahwa Pemprov Bali terus ingin menjadikan pulau Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas. Sehingga, menurutnya pembenahan di berbagai bidang perlu dilakukan. “Pemprov Bali tidak hanya membenahi infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata, namun juga membenahi sistem-sistem yang tidak sesuai dengan nilai pariwisata kita yang berbudaya dan berkualitas, sesuai dengan visi misi Provinsi Bali saat ini Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tandasnya.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, serta para pelaku pariwisata baik dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), HPI, ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies),  IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Assosiation), BHA (Bali Hotel Assosiation) dan Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pariwisata.(feb/rid) Editor : M.Ridwan
#wagub cok ace #cegah jual beli kepala #jual beli kepala wisatawan #wisatawan tiongkok #rapat OPD