Namun, belakangan ini beredar informasi bila ada pemandu wisata yang menjajakan produk kesenian berupa lukisan kepada wisman yang berkunjung. Hal itu membuat pedagang acung yang berjualan di luar area Kertha Gosa merasa tidak adil. Sebab para pedagang acung tidak diperbolehkan menjajakan produk dagangannya di dalam area Kerta Gosa. Tak hanya itu, pemandu wisata Kertha Gosa juga diinformasikan meminta uang tip dari wisman yang berkunjung.
Terkait informasi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati mengaku telah mengkonfirmasi para pemandu wisata yang ditugaskannya di Kertha Gosa. Berdasarkan hasil konfirmasi, menurutnya tidak ada pemandu wisata yang mengaku telah menjajakan produk kesenian kepada wisatawan dan meminta uang tip.
“Saya sudah tanyakan, mereka tidak ada yang melakukan hal itu. Kalau ada wisatawan yang ingin membeli, saya minta ke pemandu agar mengarahkan ke sentral lukisan Kamasan di Kamasan,” katanya saat dikonfirmasi Minggu (9/4).
Namun sempat ada pemandu yang menanyakan terkait penerimaan uang tip. Sebab berdasarkan penuturan pemadu, diungkapkannya, wisman kerap memaksa pemandu menerima uang tip dan dianggap tidak sopan bila menolaknya. “Saya sudah meminta para pemadu untuk menjelaskan bahwa ada SOP untuk tidak menerima uang tip. Semoga mereka (pemandu) mau mengikuti,” tandasnya. (ayu) Editor : Donny Tabelak