General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai , Handy Heryudhitiawan menyampaikan apresiasinya atas kembalinya maskapai China Southern Airlines ke Pulau Bali. “Guangzhou sebagai salah satu kota terbesar di Tiongkok tentunya menjadi rute yang sangat strategis bagi sektor pariwisata di Bali,” ujar Handy.
Pada penerbangan perdananya, pesawat China Southern dengan nomor penerbangan CZ625 mendarat di Bandara Ngurah Rai pada hari Jumat pukul 23.30 dengan membawa 171 penumpang dari Guangzhou Tiongkok.
Pesawat dengan tipe Airbus A321 tersebut kembali terbang ke Guangzhou pada hari Sabtu (29/4) dini hari pukul 00.42 dengan nomor penerbangan CZ626, mengangkut 265 penumpang. “Dengan bertambahnya rute dari dan menuju Guangzhou ini kami harap akan membuka peluang terbukanya konektivitas dengan kota-kota lainnya di Tiongkok, dan tentunya semakin meningkatkan jumlah pengguna jasa Bandara Ngurah Rai,” katanya.
Saat ini Bandara Ngurah Rai melayani 4 rute menuju Tiongkok Daratan yakni menuju Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, dan Xiamen dengan 4 maskapai. “Saat ini secara keseluruhan kami melayani 29 rute internasional terjadwal dengan dilayani 35 maskapai. Kami berharap dengan kembali terhubungnya Pulau Bali dengan Guangzhou dapat memberikan pengaruh positif bagi dunia aviasi dan pariwisata di Bali,” jelasnya.
Sementara Bandara Ngurah Rai telah melayani 2.343.997 penumpang internasional hingga bulan Maret 2023. “Di tahun 2023 ini, kami proyeksikan pelayanan kepada 9,4 juta penumpang internasional, meningkat 140 persen dibandingkan tahun 2022,” pungkasnya. (dwi)
Editor : Donny Tabelak