MESKIPUN terkesan sederhana, tapi seru. Keseruan lomba dalam menata bed yang tepat, rapi, baik dan benar tersebut berlangsung ketat dinilai para dewan juri di Mediterrania Bali, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (29/4/2023)
Ketua BPD IKHA Bali I Gede Cahaya Adiputra mengungkapkan, kompetisi kali ini diikuti 96 peserta. Ini terdiri dari 66 hotel se- Bali, 12 LBK atau kampus dan 18 SMK.
Selain itu, ajang ini didukung juga para vendor, yang berjumlah 34 vendor di bidang housekeeper, mereka juga membuka boat di Medeterrania Bali.
“Tahun sebelumnya tertunda karena dampak pandemi. Jadi semangat kami tetap untuk mengelar kegiatan kompetisi ini dan mudah-mudah even ini bermanfaat bagi peserta maupun masyarakat umum,” kata Adiputra didampingi humas IHKA Bali Nyoman Roma Pujawan.
Adiputra mengatakan, latar belakang digelarnya making bed ini adalah untuk mengasah skill para peserta, dimana seorang housekeeping harus bisa making bed dengan prosedur yang benar. Jadi langkah-langkahnya harus tahu, diantaranya menata bufet.
Dijelaskan kriteria yang diterapkan dalam kompestisi meliputi tiga kategori, masing -masing untuk hotel, Kampus dan SMK. “ Bagi yang juara rencannya para pemenang akan kami ajukan ke pusat BPP IHK, nantinya akan beradu di tingkat nasional, dan apabila kompetisi nasional digelar di Bali, kami pun siap menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Dewan Penasehat IHKA Bali I Nyoman Sugiartha berharap melalui kegiatan dan program IHKA Bali, senantiasa berkomitmen menjaga kebersamaan.
“ Hadirnya organisasi profesi ini senantiasa bermanfaat bagi orang lain maupun vendor, apabila sebuah organisasi memberi manfaat tentu akan memudahkan segalanya. "Mudah-mudahan ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan baik secara nasional maupun internasional,” tandas Sugiartha.
Pihaknya menambahkan, melalui ajang kompetisi making bed ini, sejatinya upaya memaknai pola kebangkitan perhotelan di Bali, terutama di housekeeping. Ia menyebut, upaya mencetak pekerja housekeeper andal harus menjadi target utama, karena 70 persen pendapatan hotel dari room division.
“Karena kami tahu total 70 persen revenue atau pendapatan hotel adalah datang dari room division,jadi melalui program -program ini, merupakan tonggak kebangkitan terutama mencetak generasi penerus yang kompetitif. Berharap pariwisata tetap eksis terus tidak lagi pandemi,” pungkasnya.[ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita