Ketua Panitia Ngaben Masal di Desa Adat Kutapang, I Wayan Pageh mengungkapkan, ngaben masal yang telah dipersiapkan sejak setahun lalu itu diikuti 50 sawa. “Kami mempersiapkan upacara ini dengan matang baik perencanaan hingga pembiayaan. Upacara ini tidak sebatas ngaben, namun sampai upacara nuntun,” terangnya.
Sementara Bendesa Adat Kutapang I Made Sinta menuturkan, upacara ngaben masal dengan mengarak bade ke pantai sudah menjadi tradisi. Secara jarak dari pantai menuju setra tidak begitu jauh, yakni hanya 300 meter. “Jika dirunut, ngarak bade di tepian pantai merupakan tradisi lawas. Hampir semua yang setra berada di tepian pantai melakukan tradisi yang sama, begitu juga di Desa Adat kami,” jelasnya.
Ngaben masal ini pun menarik perhatian warga sehingga pesisir pantai tidak hanya dipadati oleh warga yang mengikuti ritual ngaben tersebut, tetapi juga warga lainnya, wisatawan, bahkan fotografer yang sengaja datang untuk dapat mengabadikan momen tersebut. (ayu/rid)Nusa Editor : M.Ridwan