AIR terjun yang berada di hutan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) Bali Barat, memiliki tinggi sekitar 100 meter. Bahkan disebut air terjun tertinggi di Bali.
Lokasi Air Terjun Mesehe secara administrasi disebut berada Desa Pohsanten. Mengenai lokasi ini, karena jarak tempuh terdekat menuju air terjun melalui Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, tepatnya dari Pura Luhur Pasatan. Namun ada yang menyebut berada di wilayah Banjar Yeh Makecir, Desa Dangin Tukadaya.
Perbekel Desa Pohsanten I Gusti Agung Kade Sultra Gunadi Putra mengatakan, mengenai lokasi Air Terjun Mesehe karena lokasinya berada jauh di tengah hutan Utara Jembrana, memang berada di wilayah Pohsanten. "Tapi lurusnya apakah Pohsanten apa Yeh Makecir," ujarnya.
Namun dari jarak terdekat untuk menjangkau lokasi dari wilayah Pohsanten. Pernah dilakukan pengukuran jarak dari Pura Luhur Pasatan, Pohsanten, menuju Air Terjun Mesehe sekitar 4.411 meter atau 4,4 kilometer. Pengukuran jarak itu dilakukan oleh pencinta alam yang melakukan pendakian menuju air terjun.
Mengenai tinggi air terjun ada yang menyebut sekitar 100 meter lebih. Tetapi untuk pastinya belum ada yang pernah mengukur tinggi air terjun. Bahkan ada yang menyebut sebagai air terjun tertinggi di Bali. Para pecinta alam juga menyebut sebagai surga tersembunyi.
Air Terjun Mesehe tidak pernah surut, airnya masih tetap ada meskipun pada musim kemarau. Namun pada saat musim hujan, debit air lebih tinggi.
Air Terjun Mesehe bisa terlihat jelas dari jalan nasional Denpasar - Gilimanuk ketika debit air terjun cukup tinggi. Padahal jaraknya dari jalan raya cukup jau, belasan kilometer.
Akses jalan menuju airnterjun hanya jalan setapak. Jalan setapak itu melalui tebing dan jurang yang terjal. Serta rimbun hutan belantara, sehingga untuk sampai ke air terjun membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan.
"Karena jarak tempuh yang jauh itu, masih sedikit kunjungan. Tamu hanya satu dua orang saja, hanya orang tertentu yang suka tracking, tidak setiap hari" ungkapnya.
Perbekel pernah ke Air Terjun Mesehe, pada sat masih remaja melalui Pura Luhur Pasatan. Namun untuk menuju air terjun, juga bisa ditempuh melalui jalur di Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Desa Pergung. Bisa juga dari jalur di Desa Dangin Tukadaya. "Tapi lurusnya dan paling dekat menurut saya dari Desa Pohsanten," ujarnya.
Aliran air dari Air Terjun Mesehe, mengalir ke sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Jembrana dan Mendoyo. Selain sebagai sumber air, air terjun ini menjadi potensi daya tarik wisata. "Kalau untuk dijadikan daya tarik wisata, akses memang harus lebih dipermudah agar lebih cepat sampai lokasi," terangnya.
Pihaknya ke depan Air Terjun Mesehe yang menjadi potensi wisata alam, akan melakukan penataan. Penataan tidak hanya oleh desa, tetapi juga oleh pemerintah kabupaten.
Setelah jarak tempuh bisa dipangkas, pihaknya optimis bisa menjadi daya tarik wisata di Desa Pohsanten yang bisa menguntungkan untuk masyarakat sekitar. [m.basir/radar bali]
Editor : Hari Puspita