Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Belum Maksimalkan Potensi Wisata, Lima Air Terjun di Jembrana, Baru Dua yang Dikelola

Hari Puspita • Rabu, 7 Juni 2023 | 19:05 WIB
BELUM MAKSIMAL : Air terjun Masehe, salah satu air terjun yang belum tereksplorasi maksimal untuk pariwisata Jembrana karena medan lokasinya yang sulit diangkau. [dok.radar bali]
BELUM MAKSIMAL : Air terjun Masehe, salah satu air terjun yang belum tereksplorasi maksimal untuk pariwisata Jembrana karena medan lokasinya yang sulit diangkau. [dok.radar bali]
Ternyata wilayah Kabupaten Jembrana memiliki lima  air terjun yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Namun yang dikelola hanya ada dua air terjun. Jumlah lima air terjun yang baru diketahui itu, masih bisa bertambah lagi di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jembrana.

TERKAIT potensi pariwisata itu, Kepala Bidang Pariwisata, pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana,  I Komang Gede Hendra Susanta,  mengatakan  bahwa  jumlah air terjun di Jembrana terdata sebanyak lima  air terjun . Tetapi yang dikelola hanya ada dua, Ir terjun Juwuk Manis, Desa Manggisar, Pekutatan dan Air Terjun Batu Belah, Kelurahan Pendem.

Air terjun lain tidak dikelola karena akses menuju lokasi air terjun. Karena air terjun sebagian besar berada di kawasan hutan. Seperti di daerah desa Yehembang, ke utara belum ada akses jalan yang memadai. Karena itu, selain yang terdata ini masih ada air terjun lain belum terdata. "Kemungkinan ada, karena infomasi Masyarakat Yehembang Kangin ke utara banyak," ungkapnya.

Air terjun lain yang berpotensi menjadi daya tarik wisata seperti Air Terjun Mesehe. Akan tetapi karena aksesnya sulit hanya orang tertentu yang bisa sampai ke air terjun yang diperkirakan mencapai 100 meter dan disebut tertinggi di Bali. "Air terjun Yeh Mesehe semua orang tahu, tapi yang bisa sampai kesana baru beberapa orang," ungkapnya.

Menurutnya, meksipun air terjun yang ada di Jembrana ini berpotensi menjadi daya tarik wisata. Namun harus melihat akses menuju ke lokasi, apabila akses jalan sulit tidak bisa juga dikelola. Seperti menuju Air Terjun Mesehe, akses jalan sulit dan risikonya besar.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memang harapannya bisa menggali potensi pariwisata dan mengelola agar menjadi daya tarik wisata di Jembrana. "Kami berupaya untuk menggali potensi dan mengelola potensi wisata di Jembrana," tandasnya. [m.basir/radar bali] Editor : Hari Puspita
#wisata air terjun #air terjun #air terjun di jembrana #pariwisata jembrana