Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jumlah Kedatangan Wisatawan Tiongkok Tembus 170 Ribu Orang Dalam 6 Bulan

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 2 Juli 2023 | 06:00 WIB
KIAN DERAS: Wisatawan yang datang ke Bali kian meningkat, sambutan pun bak tamu agung.
KIAN DERAS: Wisatawan yang datang ke Bali kian meningkat, sambutan pun bak tamu agung.

DENPASAR,radarbali.id – Berubahnya status Pandemi Covid-19 menjadi endemi Pemerintah  berharap semakin memulihkan pariwisata Bali. Terutama Wisatawan Tiongkok. Dalam acara “Media Briefing Wonderful Indonesia Familiarization Trip for China Media”, di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Made Marthini mengatakan wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia sebelum Pandemi Covid-19 berjumlah sekitar 2 juta lebih wisatawan per tahun. Menurutnya pihaknya berupaya keras untuk mencapai angka tersebut, salah satunya dengan media promosi. 

Ia membeberkan, usai pandemi wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Bali dari bulan Januari hingga saat ini sekitar 170 ribu, dengan target tahun ini sebesar 361 ribu wisatawan. “Untuk itu kepada media China saya harap bisa memberikan ulasan yang baik tentang Bali dan Indonesia pada umumnya, sehingga banyak masyarakat China yang tertarik untuk berwisata kembali ke Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Made Marthini menambahkan  pemerintah terus bekerja sama dengan jajaran penegak hukum serta konsulat-konsulat jenderal yang ada di Bali agar wisatawan bisa berlibur dengan aman dan nyaman. 

Sementara itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana mengatakan  saat ini pariwisata Bali menghadapi berbagai tantangan dan hal-hal negatif yang dilakukan oleh wisatawan asing dan menjadi viral di dunia maya.

“Mereka melanggar aturan hukum atau tidak menghormati nilai dan norma budaya yang berlaku di Bali, seperti berkendara tanpa helm, bekerja di Bali dengan visa turis, dan lainnya,” imbuhnya. 

 Baca Juga: Kecewa Tiket Masuk Naik, Stadion Dipta Gianyar Cuma Diisi 3.450 Penonton, Tribun Utara Nyaris Kosong

Untuk itu Guru Besar ISI tersebut mengungkapkan jika Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil beberapa langkah untuk menyikapi masalah yang muncul oleh wisatawan mancanegara, adapun langkah – langkah tersebut diantaranya, seperti: Menerbitkan Surat Edaran No. 4/2023 yang berisi mengenai informasi apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh wisatawan selama mereka di Bali. 

"SE tersebut telah dikompilasi dengan narasi yang lebih ringkas dan sederhana serta bisa diunduh dengan melakukan scan pada QR Code dan telah tersedia dalam 3 (tiga) bahasa: Inggris, India dan Cina; Membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Tata Kelola Pariwisata yang terdiri dari berbagai anggota: Polda Bali, Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali, dan juga lembaga MDA (Majelis Desa Adat) Bali; serta bekerjasama dengan POLDA Bali dan instansi dalam hal pengamanan," bebernya.

Di sisi lain, demi memberikan kenyamanan kepada wisatawan, menurutnya pemerintah juga telah memberikan berbagai fasilitas seperti Visa on Arrival (VoA) untuk wisatawan dari 92 negara, bebas visa bagi 10 negara ASEAN dan Timor Leste, membangun kerjasama dengan berbagai maskapai penerbangan yang berjumlah 36 maskapai dari 29 kota terhubung.

 Baca Juga: Bali United Hilang Peluang, Tumbang di Kandang Dipermalukan PSS Sleman, Teco Minta Maaf ke Suporter

“Bahkan untuk menarik minat wisatawan Tiongkok kami  sudah bekerjasama dengan membuka penerbangan dari Hongkong dengan Cathay Pacific tujuh kali seminggu," jelasnya. 

Selain itu juga  Hongkong Airlines lima kali seminggu, Xiamen Airlines tujuh kali seminggu, penerbangan ke Guangzhou dengan China Southern Airlines tiga kali seminggu, penerbangan ke Shanghai dengan China Eastern Airlines tiga kali seminggu, dan penerbangan ke Shenzhen dengan Lion Air tujuh kali seminggu,” bebernya.

Wagub Cok Ace mengungkapkan dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah, ia optimis bisa mengembangkan pariwisata Bali lebih baik ke depan dengan tetap mengutamakan pariwisata yang berbudaya, berkualitas dan bermartabat.***

 

Editor : M.Ridwan
#Kunjungan wisatawan #media promosi #meningkat #wisatawan tiongkok #bali