SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pemkab Klungkung tengah bersiap untuk menyambut musim meningkatnya kunjungan wisatawan atau high season mulai Juli-September. Mengingat kemacetan selalu menjadi persoalan saat momen tersebut.
Selain itu, potensi kebocoran retribusi masuk kawasan wisata Nusa Penida saat membludaknya juga menjadi perhatian.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, Selasa (4/7/2023) mengungkapkan, rapat guna menyambut high season mulai Juli-September telah dilakukan dipimpin Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Senin (3/7/2023).
Ada sejumlah hal yang dibahas dalam rapat tersebut untuk menciptakan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. Di antaranya terkait antisipasi kemacetan yang kerap terjadi saat meningkatnya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida.
“Saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida berkisar 1.500-1.600 wisatawan per hari menjadi 1.900 wisatawan per hari saat high season,” terangnya.
Titik-titik rawan kemacetan high season, yakni jalan menuju pelabuhan, dan destinasi. Di titik-titik rawan kemacetan itu akan ditempatkan petugas yang saling berkoordinasi mengurai kemacetan. “Terbatasnya kantong-kantong parkir juga menjadi penyebab terjadinya kemacetan. Nanti akan ditempatkan petugas juga di kantong-kantong parkir yang disediakan masyarakat,” terangnya.
Selain kemacetan, potensi kebocoran retribusi saat membludaknya kunjungan juga menjadi perhatian. Saat ini baru ada sebanyak 20 petugas pungut retribusi yang tersebar di sejumlah pos pungut.
Guna mencegah terjadinya kebocoran retribusi lantaran terbatasnya jumlah petugas pungut, akan ditempatkan personel Satpol PP Klungkung untuk melakukan pengawasan.
“Untuk penambahan petugas pungut, kami akan kaji terlebih dulu dengan pertimbangan biaya operasional, kapasitas tamu. Data kunjungan pada high season ini akan kami gunakan untuk menentukan jumlah ideal petugas pungut pada momen high season selanjutnya,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita