MANGUPURA,radarbali.id - Pariwisata di Indonesia khususnya Bali kian membaik pasca pandemi COVID-19. Maskapai nasional Garuda Indonesia telah mencatat peningkatan hingga 600 ribu penumpang dalam satu bulan.
Tak hanya berasal dari penerbangan internasional, Direktur Niaga dan Layanan Garuda Indonesia, Ade R. Susardi menyampaikan tren penerbangan saat ini juga berasal dari penerbangan domestik.
"(Tujuan, red) domestik tetap paling banyak, tetapi ke luar negeri atau internasional juga meningkat dengan (kondisi, red) endemi," paparnya kemarin (18/7) usai peluncuran Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2023 di Nusa Dua.
Baca Juga: Even Akbar ANOC WBG Dibatalkan, Dinas Pariwisata Bali Siap Terima Even Internasional
Di musim ini, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia didominasi dari negara Eropa. Bahkan keterisian maskapai dari Amsterdam ke Indonesia tinggi selama periode ini.
Kendati demikian, kondisi ini masih belum mencapai ketika sebelum pandemi. Disebutnya jumlah penumpang bisa mencapai satu juta orang per bulannya.
"Situasi sebelum pandemi mungkin kita satu jutaan lebih per bulan. (Saat ini, red) belum kembali ke sana, tapi kita perkirakan 2024 itu mungkin," kata Ade.
Baca Juga: Kabar Baik, 3 Februari Ini Garuda Bawa 12 Wisman dari Jepang ke Bali
Terlebih saat ini situasi berangsur kembali normal dan orang-orang mulai bepergian. Nilai transaksi secara keseluruhan saat ini pun bisa mencapai Rp1,5 triliun per bulan dan mulai menguntungkan dari segi operasional.
Selain peningkatan jumlah kunjungan, beberapa rute internasional juga mulai diaktifkan kembali. Seperti rute Melbourne, Sydney, Tokyo, dan lainnya.
Dalam kesempatan ini, ia pun tak menampik adanya rencana penambahan rute penerbangan ke negara-negara lain.
"Kalau kita lihat ada demand, kita pertimbangkan lakukan (penambahan rute, red). Saat ini kita masih ke negara-negara yang sebelumnya atau diaktifkan lagi," tuturnya.***
Editor : M.Ridwan