TABANAN, radarbali.id- Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot masih menjadi magnet wisata yang mampu mendatangkan banyak wisatawan. Tahun 2023 ini jumlah kunjungan wisatawan jauh melampaui target tahun sebelumnya. Bahkan penjualan tiket yang baru pertengahan tahun ini telah mampu menutupi pendapatan tahun 2022 lalu.
Dari data yang disampaikan Manajemen DTW Tanah Lot sampai dengan bulan Juli ini pendapatan DTW Tanah Lot dari hasil penjualan tiket telah mampu mencapai Rp 45 miliar. Dengan jumlah kunjungan 1,2 juta orang. Bila dibandingkan tahun 2022 lalu pendapatan dalam setahun mencapai 40 miliar.
"Artinya tahun ini kami optimis, jumlah kunjungan ke DTW Tanah terus akan membaik dan akan meningkat seperti dulu lagi sebelum pandemi Covid-19," ujar Manager DTW Tanah I Wayan Sudiana, Rabu (19/7/2023).
Baca Juga: Kepada Polisi, Kakek Bejat Hanya Ngaku Mencium dan Meraba, Korban Bilang Diperkosa
Sudiana menyebut penjualan tiket yang mencapai Rp 45 miliar tahun ini, telah mampu menutupi pendapatan tahun 2022 yang belum begitu membaik. Karena tahun ini rata-rata jumlah kunjungan 5 ribu orang setiap hari. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 2-3 ribu setiap harinya.
Meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan di DTW Tanah Lot tahun ini, pihaknya belum berani menaikkan harga tiket masuk ke DTW Tanah Lot.
Sebelumnya memang sempat ada rencana dari manajemen menaikkan harga tiket masuk ke DTW. Karena sejumlah DTW di Tabanan hanya tanah lot yang belum menaikkan harga tiket. Apalagi pihaknya sudah 5 tahun belum menaikkan harga tiket masuk.
"Harga tiket masih tetap untuk dewasa domestik Rp 20 ribu dan WNA Rp 60 ribu," jelasnya.
Sudiana menambahkan kembali rencana kenaikan harga tiket ini dan sempat dibahas oleh manajemen. Namun dari beberapa masukkan terutama pihak travel menyarakan untuk tahun tidak menaikkan harga dulu, karena pariwisata Bali baru bangkit.
"Itulah yang juga jadi pertimbangan kami untuk tidak menaikkan harga tiket masuk tahun ini," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan