MANGUPURA,radarbali.id - Indahnya hamparan pasir di Pantai Kuta malah tercemari dengan banyaknya bebatuan bersderakan di sepanjang pantai. Ketua Satgas Pantai Kuta, I Wayan Sirna pun tak menampik keberadaan bebatuan ini.
Disebutnya batu-batuan yang nampak di Pantai Kuta ini berasal dari bekas-bekas proyek penataan pada awal tahun lalu. Bahan-bahan proyek yang datang diturunkan di depan Balawista dan masih ada bahan yang tertingal ketika dibersihkan.
"Itu memang bekas-bekas proyek yang kemarin. Tower Balawista itu kan ditambah krib biar tidak tumbang kena abrasi. Sehingga yang di depan Balawista, depan Hardrock ke utara sepanjang 300 meter, itu sudah ditanami batu," tuturnya, kemarin (24/8/2023).
Baca Juga: Badah! Terdakwa Narkoba WNA Aussie Divonis Sangat Ringan, Dituntut 6,5 Tahun, Dihukum Cuma 9 Bulan
Penataan pantai disebutnya sudah rampung dan tinggal mengganti tembok di depan Hardrock, dari semula batu putih menjadi batu bata merah. Sekaligus tembok ini diperpendek agar view pantai terlihat dari jalan.
Akibat proyek penataan tersebut, masih ada bebatuan yang terbenam dengan pasir. Sehingga jika airnya besar, pasir akan tergerus air dan menyebabkan bebatuan bekas proyek terlihat di daratan.
"Ini baru kelihatan dari kemarin, karena kemarin berkali-kali airnya besar. Sehingga pasir yang menutupi daripada batu-batu yang kelihatan sekarang, tergerus dia terbawa air ke dalam," jelasnya.
Baca Juga: Berulangkali Lakukan Penyelundupan Penyu Hijau, Muhammad Thoiyibi Dituntut 2 Tahun Penjara
Ia pun mengakui kondisi pasir dengan bebatuan ini sangat berdampak pada kegiatan pariwisata di Pantai Kuta. Kendati demikian, ia belum menerima laporan kejadian adanya wisatawan yang tersandung akibat bebatuan ini.
"Sudah saya wanti-wanti kepada pedagang-pedagang yang menyewakan papan surfingnya itu, biar nanti tidak kena dampak batu-batu ini pada wisatawan," sambungnya.
Khususnya juga mengantisipasi pada anak-anak yang melintas di sekitaran pantai. Satgas sudah turun ke lapangan dan stand by untuk mengantisipasi maupun atensi di daerah bebatuan.
Baca Juga: Kunjungan ke Pantai Kuta Meningkat, Didominasi Wisatawan Domestik
Terkait dengan dibersihkannya batu-batuan ini, disebutnya bukan dari Satgas yang memiliki wewenang, tetapi dari Dinas PUPR Badung. Terlebih belum ada penyerahan ke Desa Adat, karena perbaikan tembok masih berlangsung di sepanjang pantai.
Lebih lanjut, diharapkan agar Tim Kajian Pantai Kuta yang bertugas mengawasi pantai, menyampaikan ke pihak terkait agar segera dibersihkan.***