MANGUPURA,radarbali.id - Ada yang berbeda di sepanjang Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung tampak dihiasi puluhan penjor, (29/10/2023) dalam rangka Ngerobok. Pada Ngerobok kali ini, sebanyak 52 banjar yang terdiri dari 52 sekaa teruna berlomba-lomba menampikan karya penjor terbaiknya.
Ketua Manggala Yowana Badung, dr IG Prayoga Mahardika memaparkan Ngerobok yang keempat ini mengambil tema 'Colorful of Bali.'
"Temanya beda setiap tahun. Untuk tahun ini tema kita adalah 'Colorful of Bali.' Jadi kita pastikan seluruh penjor itu berwarna-warni yang indah," tuturnya.
Selama rangkaian acara, Jalan Raya Kerobokan seputaran Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Kerobokan ditutup mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Dijelaskannya penjor mulai didirikan atau nancep sejak pukul 08.00 WITA hingga 13.00 WITA.
Setelahnya, penjor akan dinilai oleh juri yang terdiri dari influencer dan pemerhati penjor, Dek Soto; pembuat penjor saat perhelatan G20, Arik; dan maestro seni di Badung, Gungde Rama.
"Penjor dipasang dari Jalan Raya Kerobokan, yakni dari RS Garba Med sampai di depan Pura Desa. Itu kurang lebih sepanjang 800 meter," paparnya.
Untuk diketahui, Ngerobok dilatarbelakangi potensi dari Desa Adat Kerobokan yang tiap Hari Raya Galungan dikenal dengan karya penjornya.
"Kenapa kita ambil penjor? Karena kalau setiap Galungan penjor-penjor yang bagus pasti ada di Kerobokan. Jadi kita ingin memaksimalkan itu. Sehingga bagaimana potensi-potensi mereka itu bisa jadi lebih baik dan punya kesempatan untuk tampil," sambungnya.
Sekaa teruna pun sudah mempersiapkan penjor sejak satu bulan lalu. Setelah penjor didirikan dan dinilai, rangkaian Ngerobok dilanjutkan dengan parade gebogan yang melibatkan sekaa teruna dan ibu-ibu dari Desa Adat Kerobokan.
Baca Juga: Menpora Dito: Final Honda DBL with Kopi Good Day 2023 DKI Jakarta Series di Indonesia Arena
Sekaa teruna melakukan parade dengan gebogan dengan isian bunga, sementara ibu-ibu menggunakan gebongan buah.
Pihak desa dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini memberikan dukungan penuh kepada sekaa teruna. Bahkan masing-masing banjar diberikan dana pembinaan sebesar Rp10 juta per penjor.
"Hadiah lombanya kita kerja sama dan ditanggung oleh LPD Desa Adat Kerobokan. Mulai tahun ini gelaran Ngerobok kita ubah dari setiap enam bulan sekali menjadi satu tahun sekali," kata Prayoga.
Lebih lanjut, ia berharap agar Ngerobok dapat terus dilaksanakan tiap tahun dengan tema yang berbeda-beda.
"Sehingga nanti pemenang yang ada di Kerobokan ini ke depannya akan kita adu di Badung. Karena Ngerobok dan Bebadungan ini kita selenggarakan setiap tahun," ujarnya.***