Kisah Nurhayati dan Budi, Gajah Sumatera yang Kini Lahirkan Anak Baru dari Hasil Perjodohan, Namanya: Kama
M.Ridwan• Sabtu, 23 Desember 2023 | 15:30 WIB
PENGHUNI BARU: Pasangan Gajah Nuhayati dan Budi beranak di Bali Zoo dan diberi nama Kama
GIANYAR, radarbali.id - Namanya Kama. Gajah dengan bobot badan kurang lebih 80 kilo gram ini kini menjadi penghuni baru di Bali Zoo, Gianyar. Kama lahir dari gajah betina bernama Nurhayati berusia 38 tahun. Sedangkan pasangan gajah jantan yang dikawinkan dengan Nurhayati bernama Budi yang kini berusia 35 tahun.
Kama lahir di Bali Zoo pada tanggal 24 November sekitar pukul 07.00 WITA dengan proses lahiran normal. Dokter Hewan Bali Zoo, Arya Sandita mengatakan, Kama lahir dari rahim Nurhayati setelah melewati masa kehamilan selama 22 bulan.
"Kami mengetahui Nurhayati hamil, kami lakukan USG di usia kandungan 11 bulan untuk USG pertama," katanya ditemui di Bali Zoo pada Jumat (22/12/2023).
Dijelaskan dokter Arya, selama masa kehamilan tersebut, pihaknya betul-betul memperhatikan asupan nutrisi dari salah satu gajah betina di Bali Zoo tersebut. Mulai dari asupan vitamin, tambahan kalsium dan mineral hingga pemberian protein yang bersumber dari jagung dan kacang-kacangan.
Orang tua dari Kama, Budi dan Nurhayati sendiri merupakan jenis gajah Sumatera ataubElephas maximus sumatranus. Sebelum melakukan kawin alami, Budi dan Nurhayati sebelumnya melewati proses perjodohan. Perjodohan Nurhayati dan Budi sudah dilakukan sejak tahun 2018.
"Dimulai tahun 2018 kami mulai lakukan penjodohan. Kami lakukan test di semua betina yang kami miliki untuk melihat saluran reproduksinya bagus atau gak. Kandidatnya ada dua, Teri dan Nurhayati.Kami uji darah dulu, untuk memastikan organny bagus, lalu kami lakukan USG untuk memastikan rahim, ovarium dan lainnya baik atau tidak," bebernya.
Setelah melewati proses penjodohan, dokter hewan Bali Zoo kemudian melakukan pengamatan. Apakah Budi dan Nurhayati sudah memiliki perasaan saling suka atau belum. Keduanya lalu ditempatkan di satu kandang yang sama jika tanda-tanda birahi muncul. "Biasanya si jantan merespon.
Mereka biasanya tidak ada saling penolakan. Sehingga kita menunggu saat mereka sama-sama birahi. Untuk betina, ciri-ciri birahi ada leleran di alat kelamin. Dan untuk gajah jantan ada tanda di pipinya. Ada kelenjar musk mengeluarkan cairan mirip minyak," urainya.
Singkat cerita, Nurhayati dan Budi kemudian melakukan perkawinan hingga adanya pembuahan dan berujung lahirnya Kama, si gajah mungil yang kini menjadi anggota keluarga baru bagi kawanan gajah di Bali Zoo.
Pada kesempatan yang sama, Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo mengatakan Kelahiran anak gajah Sumatera ini merupakan kabar gembira sekaligus menjadi bukti keberhasilan Bali Zoo sebagai lembaga konservasi yang terus berupaya dalam pelestarian Hajah Sumatera.
"Semoga anak gajahinidapat berkembang baik dan tumbuh sehat di Bali Zoo. Dimana hingga saat ini ada 15 ekor gajah termasuk 4 jantan dan 11 betina,” ujar Emma Chandra.
Sebelumnya, pada tanggal 17 Maret 2022 sudah ada kelahiran bayi gajah jantan lain di Bali Zoo dengan indukan jantan Budi dengan gajah betina Terry, sehingga kelahiran gajah ini menandai kelahiran kedua dalam dua tahun terakhir.***