Wisdom sekarang ini menginap tidak hanya menyasar wilayah hotel di Badung dan Kota Denpasar saja. Tetapi, karena adanya penggunaan booking tiket hotel secara online. Sehingga sekarang ini banyak dari mereka yang mulai menginap di Tabanan dan sekitarnya.
POLA booking penginapan itu mengikuti perkembangan zaman. “Kami lihat itu terjadi di daerah pariwisata Kendungu, Beraban, Tanah Lot, Nyambu, Tangguntiti, Kelating, Tibubiu bahkan daerah Penebel dan Baturiti. Nyaris wisata yang menginap sebagian besar dari domestik,” tutur Ketua PHRI Tabanan, I Gusti Bagus Made Damara.
Sementara untuk kedatangan wisatawan mancanegara memang masih di urutan pertama dari Negara Australia, baru kemudian India dan juga Tiongkok.
Namun mereka tak banyak menginap di daerah Tabanan. Mereka masih dominan memilih menginap daerah Badung dan Denpasar.
“Kalau ke Tabanan paling hanya mampir untuk menikmati objek dan destinasi wisata. Misalnya seperti Tanah Lot, Ulun Danu Beratan dan tempat wisata lainnya,” jelas Bagus Damara.
Meningkat jumlah tingkat hunian kamar hotel di Tabanan akhir tahun ini, tak lain karena kondisi pulih ekonomi pariwisata Bali. Kemudian adanya semacam istilah pariwisata balas dendam.
Karena warga yang tidak dapat berwisata saat pandemi, baru sekarang mereka bisa berlibur bersama keluarga kembali. Lantaran kondisi sudah normal kembali.
“Kami prediksi tingkat hunian kamar hotel terus meningkat dan akan mencapai 100 persen saat momen perayaan akhir tahun,” pungkasnya. [selesai]
Editor : Hari Puspita