SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pemkab Klungkung terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerahnya, salah satunya melalu sector pariwisata.
Beberapa kegiatan pun telah dipersiapkan guna meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Klungkung di tahun 2024. Seperti gelaran Festival Semarapura dan Festival Nusa Penida.
Agar memberikan dampak yang maksimal, Pembkab Klungkung melakukan sejumlah upaya agar gelaran kedua festival tersebut banyak diketahui khalayak ramai baik dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Wujud Terima Kasih Terhadap Alam, Festival Tumpek Wariga Dibuka
Selain berupaya promosi secara mandiri, Pemkab Klungkung juga berhasil memasukan dua festival tersebut dalam dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Tidak mudah untuk bisa masuk dalam kalender KEN. Dari total 252 even yang diusulkan seluruh provinsi di tanah air, hanya 110 event yang terangkum dalam KEN 2024. Adapun untuk Bali, hanya Festival Semarapura, Festival Nusa Penida dan Pesta Kesenian Bali yang berhasil masuk kalender KEN 2024.
“Sejak bulan November tahun 2023 proses pendaftaran kurasi event nusantara telah dilaksanakan Kemenpar Ekraf dan melalui beberapa seleksi dan interview hingga diumumkan lolos sebagai kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024. Banyak pembaharuan, inovasi dan kolaborasi yang kami sajikan dalam kedua festival ini sehingga lolos dalam kalender KEN 2024,” kata Kadis Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati.
Rencananya Festival Semarapura akan digelar pada 28 April- 1 Mei 2024. Sementara Festival Nusa Penida akan digelar 5-7 Oktober.
Adapun dana yang dianggarkan untuk kedua festival itu masing-masing sebesar Rp700 juta.“Untuk gelaran Festival Nusa Penida akan digelar di tiga pulau yang ada di Kecamatan Nusa Penida, yakni Pulau Penida, Ceningan dan Lembongan. Jadi kegiatan yang ada dalam Festival Nusa Penida akan digelar tersebar di tiga pulau tersebut,” terangnya.
Untuk diketahui Festival Nusa Penida VI yang berlangsung tiga hari mulai 5-7 Oktober 2023 tercatat mampu meraup 65.312 kunjungan.
Tidak hanya menikmati hiburan yang ada di ajang tahunan itu, menurutnya para pengunjung juga menjajaki stand UMKM yang ada di sana. Transaksi yang terjadi di festival itu selama tiga hari mencapai ratusan juta rupiah. “Penjualan yang dicatatkan puluhan stand UMKM di festival selama tiga hari mencapai Rp575.008.875,” beber Sulis.
Dikatakannya dampak dari festival ini tidak hanya terjadi di dalam areal festival, namun hingga di luar festival. Di mana banyak penginapan di sekitar gelaran festival yang penuh. “Berdasarkan informasi beberapa teman-teman di industri akomodasi itu, huniannya menjadi full (penuh, Red). Termasuk kami (panitia festival, Red) kedatangan tamu, kesulitan mencari akomodasi karena penuh semua,” katanya. [*]
Editor : Hari Puspita