TABANAN, Radar Bali.id – Pemerintah Provinsi Bali yang telah resmi menerapkan kebijakan sejak 14 Februari lalu, dimana setiap turis asing yang berkunjung ke Bali dikenakan pungutan sebesar Rp 150 ribu per orang.
Berdasarkanpantauan, ternyata tidak mempengaruhi jumlah tingkat kunjungan wisatawan di Tabanan, khususnya pada daya tarik wisata (DTW) di Tabanan.
Salah satunya DTW Tanah Lot, Desa Beraban Kediri, jumlah kunjungan wisata masih di angka 4.000 orang rata-rata setiap harinya. Begitu pula dengan DTW Ulun Danu Beratan jumlah kunjungan wisata 1.500-2.000 orang setiap harinya.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menyebut meskipun diterapkan kebijakan baru terkait pungutan wisatawan oleh pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya tidak terlalu berdampak terhadap kunjungan.
Kunjungan wisata ke Tanah Lot tetap stabil dalam beberapa minggu terakhir, meskipun sempat terkoreksi karena adanya ajang pemilihan umum yang baru saja berlangsung.
“Berlakukannya kebijakan pungutan sebesar 150 ribu rupiah oleh Pemerintah Provinsi Bali terhadap turis. Kami tidak melihat penurunan signifikan kunjungan wisata,” ucapnya, Sabtu (24/2/2024).
Saat ini bulan Februari 2024 kunjungan masih stabil di angka 4.000 orang setiap harinya. Sementara di hari weekend libur Sabtu dan Minggu malah mengalami kenaikan tembus di angka 5.000-6.000 orang jumlah kunjungan wisata.
Hal yang sama juga diakui oleh Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata. Ia menyebut pengaruh dari kebijakan pungutan sebesar Rp 150 ribu untuk turis yang masuk Bali belum terlihat saat ini di DTW Ulun Danu Beratan. Jika melihat dari jumlah kunjungan. “Rata-rata hari biasanya kami kisaran jumlah kunjungan di angka 1.500 sampai 2.000. artinya masih stabil,” sebutnya.
Jumlah kunjungan selain didominasi oleh wisatawan domestik juga dari wisatawan mancanegara. Untuk wisatawan mancanegara sekarang sudah mulai berdatangan dari Negara India, ada pula China dan Eropa.
“Mungkin dari banyak DTW yang ada di Bali, DTW Ulun Danu masih menjadi salah satu obyek wisata yang harus dikunjungi oleh wisatawan mancanegara,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita