AMLAPURA, Radar Bali.id- Keterisian kamar hotel saat Hari Raya Nyepi anjlok. Rata-rata okupansi kamar hotel di Karangasem hanya 30 persen.
Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa, Minggu (10/3/2024).
Kondisi ini membuat pelaku usaha gigit jari.
Baca Juga: Tirta Gangga Diserbu Ribuan Pengunjung
Kariasa menuturkan, dengan keterisian 30 persen kamar hotel itu, jauh dari harapan pelaku usaha di Karangasem.
"Kami awalnya memprediksi bisa sampai 50 persen ke atas. Tapi kenyataannya zonk hanya 30 persen," katanya.
Baca Juga: Buntut PPKM Mikro, Pemasukan Taman Ujung Hanya Ratusan Ribu
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan bahwa tingkat hunian hotel saat Hari Raya Nyepi di Karangasem jauh dari harapan para pengusaha.
Padahal di awal berharap tingkat hunian bisa mencapai di atas 50 persen. Tapi kenyataannya zonk," ungkap Kariasa.
Baca Juga: Rugi Rp 2 Miliar, Taman Ujung Siap Beroperasi Jelang New Normal
Padahal kalau berkaca pada perayaan Nyepi tahun sebelumnya, okupansi kamar hotel di Karangasem berada di angka 50 persen ke atas.
"Dulu banyak wisatawan domestik, biasanya mereka menginap untuk menikmati Nyepi. Entah bersama keluarga atau pasangan," jelas Kariasa.
Baca Juga: Taman Ujung, Tirta Gangga, Taman Edelweis Kini Jadi Primadona Turis
Pria asal Sidemen ini juga tidak mengetahui secara pasti mengapa keterisian kamar hotel saat Nyepi tahun ini hanya 30 persen.
"Padahal kami menyiapkan paket-paket spesial Nyepi. Kemungkinan beralih ke tempat lain," imbuhnya.
Kariasa menambahkan, di awal tahun 2024 tingkat hunian hotel di Karangasem sedikit menggeliat. Capaiannya hingga 45 persen.
"Sejak memasuki Maret ini turun. Makanya banyak pelaku usaha juga cemas. Semoga ke depan ada angin segar. Tingkat hunian kembali menggeliat," harap Kariasa. [*]
Editor : Hari Puspita