SEMARAPURA, Radar Bali.id- Dewan Klungkung mendukung rencana Pemkab Klungkung menjalin kerja sama dengan operator boat dalam pemungutan retribusi wisatawan yang berwisata ke kawasan Nusa Penida.
Mengingat banyaknya pintu masuk kawasan Nusa Penida yang berpotensi adanya wisatawan tidak membayar retribusi.
“Pada prinsipnya saya sangat mendukung rencana tersebut. Langkah itu dilakukan Pemkab untuk dapat mengoptimalkan proses pemungutan retribusi dan mencegah kemungkinan wisatawan yang tidak membayar atau terjadi kebocoran di lapangan.
Mengingat banyaknya pintu masuk wisatawan yang datang ke Nusa Penida,” terang Wakil Ketua Komisi III, I Wayan Buda Parwata.
Melalui kerja sama atau sinergi dengan operator boat ini, besar harapannya wisatawan merasa nyaman. Begitu juga dengan pendapatan Klungkung dari retribusi wisatawan dapat dimaksimalkan.
“Wisatawan tidak perlu antre panjang lagi ketika tiba di Nusa Penida, cukup menunjukkan bukti pembayaran saja,” ujarnya.
Berbanding lurus dengan pemaksimalan pungutan retribusi, dia mengingatkan Pemkab Klungkung untuk melakukan pembenahan infrastruktur di Nusa Penida demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Seperti fasilitas umum yang memadai di setiap destinasi.
“Pemkab jangan sekedar melihat potensi pendapatan dari wisatawan yang datang ke Nusa Penida, tapi dipikirkan juga bagaimana membuat wisatawan itu bisa nyaman dan menginap di Nusa Penida. Kebanyakan wisatawan PP setelah menikmati alam Nusa Penida, walaupun ada sebagian memang menginap di Nusa Penida,” katanya.
Sebelumnya Penjabat Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika mengungkapkan, pemungutan retribusi kawasan pariwisata Nusa Penida selama ini memberi kesan yang kurang mengenakan bagi wisatawan.
Sebab wisatawan kerap dihadapkan pada antrean panjang degan kondisi berdesakan di bawah sengatan terik matahari saat ingin membayar retribusi sebesar Rp 25 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 15 ribu per orang untuk anak-anak.
“Saya melihat tempat pemungutan retribusi yang di kedatangan (Nusa Penida) itu tempatnya kumuh dan wisatawan yang ada merasa antre di suasana panas,” ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Klungkung tengah membahas pembayaran retribusi masuk kawasan Nusa Penida di loket-loket pembelian tiket menuju Nusa Penida, baik yang ada di Kabupaten Klungkung, maupun luar Klungkung seperti Sanur dan lainnya. Dengan begitu, wisatawan hanya mengantre di satu titik, yakni loket pembelian tiket boat.
“Ini juga sebagai upaya kami mengantisipasi adanya wisatawan yang lolos dari pembayaran retribusi. Mengingat pintu masuk atau dermaga yang ada di Nusa Penida cukup banyak,” katanya.
Sementara untuk mengantisipasi adanya wisatawan nakal yang mengaku ke Nusa Penida bukan dengan tujuan berwisata namun kenyataannya berwisata, Kadis Pariwisata Klungkung Ni Made Sulistiawati mengaku hal-hal seperti itu telah diantisipasinya.
Di mana setiap penumpang yang datang akan menjalani pengecekan di pos retribusi Nusa Penida. Wisatawan yang kedapatan berbohong akan dipungut retribusi di sana. “Tetap ada pengecekan di Nusa Penida,” terangnya. [*]
Editor : Hari Puspita