DENPASAR, Radar Bali.id - Selain berwisata ke Denpasar, libur Lebaran kerap dimanfaatkan oleh wisatawan domestik untuk berlibur ke daerah Nusa Penida hingga Nusa Lembongan. Perjalanannya pun ditempuh melalui jalur laut dari Pelabuhan Sanur.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Benoa, Capt. Herbert E. P. Marpaung menyampaikan rata-rata 4-5 ribu penumpang bergerak selama masa angkutan Lebaran di Pelabuhan Benoa. Di hari pertama Lebaran, jumlahnya cenderung naik hingga 7 ribu penumpang bergerak di Pelabuhan Sanur saat hari pertama Lebaran, Rabu (10/4/2024).
Dirinya memprediksi puncak kegiatan penumpang di Pelabuhan Sanur jatuh pada Kamis (11/4/2024) dengan jumlah mencapai 8 ribu penumpang. Baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Pemkot Sedang Susun Bisnis Plan, Belum Diserahkan Pengelolaan Pelabuhan Sanur
"Prediksinya hari ini (11/4/2024) 8 ribuan. Ini baru jam 10.00 Wita sudah hampir 5 ribu. Sesuai prediksi kami puncaknya adalah hari kedua Lebaran," tuturnya.
Pihaknya pun sudah mengantisipasi pergerakan penumpang bersama instansi terkait dengan melakukan inovasi-inovasi. Seperti halnya pengaturan pergerakan penumpang agar tak terjadi penumpukan di terminal.
Pasalnya, pergerakan penumpang sudah dimulai dari pagi sampai sore. Oleh karenanya, masing-masing kapal sudah memiliki jadwalnya sendiri dengan slot sesuai kapasitas dermaga yang ada. Sehingga tidak sampai terjadi penumpukan penumpang di satu waktu.
"Penumpang juga diarahkan ke terminal adalah penumpang yang sudah siap diberangkatkan kapalnya. Jadi penumpang yang masih menunggu, mereka menunggu di konter penjualan tiket yang tersedia di luar area pelabuhan," kata Herbert.
Baca Juga: Duh! Ditunggu-tunggu Pemkot Belum Dapat Kepastian Pengelolaan Pelabuhan Sanur, Digantung Terus?
Adapun total jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Sanur adalah 53 kapal dengan kapasitas 100 hingga 120 orang per kapal. Dengan demikian, kapasitas kapal secara keseluruhan kurang lebih mencapai 56 ribuan.
"Kita masih punya 10 kapal cadangan dan alhamdulilah masih tercukupi, kapal cadangan belum dibutuhkan. Kalau arus balik (Lebaran, red) itu puncaknya perkiraan H+4," sambungnya.
Berkaca dari tahun lalu, pihaknya berfokus pada masalah kenyamanan penumpang. Mulai dari fasilitas yang sudah cukup baik di terminal, hingga memperkuat semua koordinasi dengan instansi terkait.
Sementara untuk masalah kemacetan, diakuinya sudah terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah daerah dan kepolisian untuk pengendalian lalu lintas.
"Juga sudah banyak tersedia kantong-kantong parkir dari luar area pelabuhan untuk mengurai kemacetan-kemacetan yang terjadi menuju Pelabuhan Sanur," paparnya. [*]