Ada-ada saja kreativitas warga Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, ini. Mereka mengembangkan wisata air di Sungai (Tukad) Dati pembatas antara Desa Nyitdah dan Desa Pejaten.
IDE kreatif itu sekarang bisa dinikmati. Pengembangan wisata air dengan menyediakan sebauh perahu, sebagai wahana agar bisa dinikmati warga desa setempat untuk mengisi hari-hari libur yang ada di desa.
Warga desa setempat cukup membayar secara sukarela dari kalangan anak-anak cukup merogoh kocek Rp 5 ribu. Sedangkan orang dewasa cukup membayar Rp 10 ribu untuk mengelilingi sungai Dati yang ada di dua desa tersebut.
Ketua Pengelola Wisata Taman Tirta Giri Buana Desa Nyitdah Ketut Nada mengatakan pengembangan wisata air berupa wahana perahu yang menelusuri Tukad Dati ini sejatinya sebagai bentuk pengembangan dari wisata religi Taman Giri Buana yang sudah ada.
Karena apa, disini sudah ada empat tempat wisata religi yang sudah masuk dalam situs cagar budaya.
Yakni ada gua, pura pusar tasik, beji taman tirta dan pura dalem bajangan. Selain itu di dua desa yakni Desa Nyitdah dan Desa Pejaten belum ada wisata air.
"Jadi kita kembangkan wisata air ini sebagai tambahan wisata ketika warga berwisata religi di Taman Giri Buana. Warga bisa menikmati wisata naik perahu mengelilingi tukad dati pembatas dua desa sepanjang 200 meter," kata Ketut Nada, Selasa (23/4/2024).
Lanjutnya, pengembangan wisata air dengan menyediakan perahu ini sudah berjalan sejak enam bulan yang lalu. Biasanya pengunjung akan menikmati wisata air ini saat momen hari libur Sabtu dan Minggu.
"Lumayan kalau hari libur Sabtu dan Minggu pengunjung dengan pengunjung dari dua desa setempat. Ya sekitar 25-30 orang yang menaiki wisata perahu," ungkapnya.
Disinggung keamanan bagi warga yang berwisata karena menaiki perahu. Untuk keamanan sendiri dari petugas pengelola berjaga dipinggir sungai. Kebetulan saat ini kondisi air sungai Dati dangkal, sehingga pengunjung yang menaiki perahu tidak perlu menggunakan baju rompi untuk pengaman.
"Bahkan jika kondisi pengunjung ramai, demi keamanan pengelola membatasi pengunjung yang naik perahu. Maksimal 6-7 orang pengunjung yang naik perahu tidak boleh lebih," jelasnya.
Pihaknya berharap pengembangan wisata religi Taman Giri Buana mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan lokasi wisata air ini menjadi lokasi wisata favorit bagi masyarakat desa dan membuat kami terus bisa berinovasi dan berbenah untuk pengembangan wisata di desa," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita