Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berdalih Cegah WNA Berulah, Komisi II Sebut Bali Butuh Wisatawan Berkualitas, Usul Naikan Berlipat Pungutan Wisman

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 20 Juni 2024 | 13:50 WIB
TAK PAKAI HELM: Banyak wisatawan yang berulah di Bali sehingga membuat wisata tak berkualitas, dewan usul pungutan mereka dinaikkan 3 kali lipat.
TAK PAKAI HELM: Banyak wisatawan yang berulah di Bali sehingga membuat wisata tak berkualitas, dewan usul pungutan mereka dinaikkan 3 kali lipat.

DENPASAR, radarbali.id-  Maraknya wisatawan asing berulah di Bali, Komisi II DPRD Bali akan mengusulkan kenaikan pungutan wisatawan asing (PWA) datang ke Bali yang awalnya Rp 150 ribu naik dua kali lipat menjadi Rp 500 ribu. Padahal kebijakan PWA baru berjalan empat bulan. 

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi yang menyebut Bali butuh wisatawan berkualitas bukan sebaliknya. Dengan pungutan naik hingga Rp 500 ribu  untuk mencegah Bali dijual murah. 

"Kami punya keinginan yang datang yang lebih berkualitas. Kami mencoba berkonsultasi dengan pihak kepolisian membentuk polisi pariwisata yang khusus menangani pariwisata," jelasnya. 

 Baca Juga: Kejar Medali Emas di Arena PON Aceh - Sumatera Utara, Tim Tinju Bali Latihan Pagi - Sore

Hasil dari pungutan itu supaya bisa memberikan kesejahteraan anggota kepolisian, juga Imigrasi dan pihak bandara  Selain itu,  depannya anggaran itu digunakan sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

"Itulah dasar-dasar kami ingin melakukan perubahan revisi daripada perda retribusi pariwisata," kata Politikus Golkar ini. 

Kresna Budi meyakini dengan diubah nominal pungutan Bali didatangi wisatawan mancanegara yang berwisata dengan menghabiskan uangnya di Bali.

Meski pungutan belum maksimal terlaksana, menurutnya kurang maksimal pungutan  karena Pemprov kurang koordinasi dengan Imigrasi dan pihak Bandara.

"Sekarang belum dapat tempat yang layak di bandara karena kurangnya koordinasi dengan pihak bandara dan Imigrasi jadi stakeholder yang mendukung. Harapannya dengan adanya koordinasi semua pihak semua bisa maksimal," jelasnya.

Anggota Dewan asal Buleleng menekankan tujuan dari pungutan bukan semata karena uang tapi bagaimana wisatawan yang berkualitas datang ke Bali, bukan yang buat  melakukan pelanggaran normal dan hukum.

"Ada problem ini karena biasanya yang berulah itu bagian dari bawah (wisatawan ekonomi di bawah) itu antisipasi," tandasnya. 

Sementara Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat diwawancarai kemarin (19/6) usai sidang paripurna, menyatakan akan mempelajari usulan tersebut. Jika memungkinkan  akan dilakukan kajian.

"Nanti itu ada keputusan bersama dengan DPRD Bali. Mohon tunggu hasil evaluasinya," tandas Mahendra Jaya.***

Editor : M.Ridwan
#kriminalitas #pungutan wisman #wisman berulah #bali #wisatawan berkualitas