BANGLI, radarbali.id - Tingkat kunjungan wisatawan ke obyek wisata Kintamani dan Desa Penglipuran Bangli cendrung stabil setiap bulannya. Namun di musim liburan sekolah seperti sekarang ini, tingkat kunjungan wisatawan pun meningkat cukup signifikan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli, Wayan Sugiarta. Dia menjelaskan, pada prinsipnya tingkat kunjungan wisatawan ke daerah kunjungan wisata yang dikelola oleh Pemkab Bangli dipengaruhi oleh low season dan high season.
"Pada prinsipnya kunjungan wisatwan pasti mengikuti. Kunjungan di kabupaten Bangli dari bulan ke bulan, tetap ada tingkat kunjungannya rata-rata wisatawan kita kurang lebih 150 ribu (wisatawan) per bulan," katanya, Selasa (2/7/2024).
Di menjelaskan, di musim liburan sekolah seperti sekarang ini, jumlah itu meningkat. Apalagi di obyek wisata Desa Penglipuran yang selama ini selalu didominasi wisatawan domestik.
"Penglipuran, karena banyak dikunjungi oleh, anak-anak yang libur. Apalagi kalau musim libur, rata-rata anak sekolah," ujarnya.
Bahkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Penglipuran di saat liburan sekolah kata Sugiarta bisa meningkat 100 persen.
Baca Juga: Wow! Pemkot Denpasar Janji Bereskan Kemacetan Jika Pengelolaan Pelabuhan Sanur Diserahkan Sepenuhnya
Selain anak-anak pelajar, lembaga pemerintahan dari berbagai daerah juga kerap berkunjung ke Penglipuran, juga dalam rangka melakukan studi banding.
Dia menjelaskan lebih jauh, segmen wisatawan dsri dua obyek yang dikelola Pemkab Bangli, yakni Kintamani dan Pengliburan cukup berbeda.
Jika desa wisata Penglipuran didominasi turis domestik, maka obyek wisata Kintamani cendrung didominasi oleh wisatawan asing.
Sementara jumlah tingkat kunjungan dua obyek ini rata-rata jumlahnya cendrung berimbang.
"Dua-duanya hampir berimbang tingkat kunjungannya. Hanya saja segmennya berbeda. Kalau Penglipuran lebih ke domestik, sedangkan di Batur lebih besar sedikit untuk wisatawan mancanegara," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan