Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jurus Tarik Wisatawan Menginap di Jatiluwih : Suguhkan Animasi Lampu Sinar Laser Malam Hari

Juliadi Radar Bali • Jumat, 25 Oktober 2024 | 17:35 WIB
ATRAKSI LASER : Pertunjukkan animasi sinar lampu laser di DTW Jatiluwih, Penebel Tabanan saat malam hari. (Foto DTW Jatiluwih untuk Radar Bali)
ATRAKSI LASER : Pertunjukkan animasi sinar lampu laser di DTW Jatiluwih, Penebel Tabanan saat malam hari. (Foto DTW Jatiluwih untuk Radar Bali)

Untuk menambah waktu tamu berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, punya jurus baru. Atraksi sinar laser disuguhkan agar pelancong semakin betah menginap di Jatiluwih saat malam hari. 

DITUTURKAN manajamen DTW Jatiluwih , Tabanan, mulai melengkapi kawasan wisata pertanian terasering dengan menyuguhkan pertunjukkan animasi dari sinar lampu laser saat malam hari tiba.

Animasi sinar mampu laser dengan perpaduan berbagai warna itu dipantulkan ke lahan subak. Dari lampu-lampu sinar laser tersebut lalu membentuk sebuah animasi gambar seperti binatang dan hewan lainnya. 

 Baca Juga: Menjaga Kelestarian Jatiluwih, Wisata Warisan Budaya Dunia  ,  Kunjungan Meningkat, Bikin Konsensus untuk Cegah Alih Fungsi  

Adanya animasi lampu sinar yang dipantulkan ke lahan subak lalu membentuk sebuah animasi gambar itu masih tahap ujicoba. 

"Rencana kami kedepan akan menjadi suguhan pertunjukkan saat malam hari bagi wisatawan," ujar Manager DTW Jatiluwih I Ketut Jhon Purna, Kamis (24/10/2024).

Ia menjelaskan, ide adanya pertunjukkan animasi dari sinar lampu laser di DTW Jatiluwih, sebab selama ini wisatawan atau tamu hanya cukup berkunjung mulai pukul 09.00 sampai pukul 18.00 wita. Setelah itu kondisi DTW Jatiluwih sepi saat malam hari.       

Nah pihaknya menginginkan menghidupkan suasana malam di DTW Jatiluwih. Siapa tahu wisatawan yang mulanya hanya berkunjung sampai pukul 18.00 Wita.

Mereka justru ingin menikmati suguhan animasi abstrak dari sinar lampu laser yang akan menari-nari dilahan subak. 

"Adanya atraksi animasi sinar lampu laser ini dapat menarik wisatawan untuk berlama-lama berkunjung ke DTW Jatiluwih. Termasuk pula membuat betah wisatawan yang menginap," beber pria yang akrab disapa Jhon Purna. 

Pertunjukkan animasi dari lampu laser ini tidak lama hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Karena pertunjukkan dimulai dari pukul 18.00 sampai 20.00 wita. 

Selama pertunjukkan itu bahkan ada tenggang waktu istirahat selama 15 menit.    

Animasi dari sinar lampu laser itu ditampilkan di lahan subak Jatiluwih, masih animasi gambar seperti binatang. 

Tapi rencana pihaknya kedepan nanti ditampilkan animasi gambar sesuai dengan karakter alam Jatiluwih. Misalnya gambar animasi sedang membajak sawah, panen padi, Gunung Batukaru hingga persawahan terasering. 

"Animasi gambar seperti ini masih kami buat, mudah-mudahan bisa selesai secepatnya," ucapnya.  

Soal efek sinar laser yang dipantulkan ke lahan subak, pihaknya telah kaji dan teliti. ternyata tidak ada pengaruh atau dampak negatif dari tanaman.

Seadainya ada dampak negatif manajemen akan siap memberikan ganti rugi kepada petani yang lahan subaknya dijadikan obyek untuk pertunjukkan animasi dari lampu sinar laser. 

Diakuinya Jhon Purna kembali, memang menyuguhkan pertunjukkan animasi sinar lampu dilahan subak petani saat malam hari ada pro dan kontra. Bahkan ada pula dari masyarakat yang mengomentari merusak alam. Padahal tidak ada pengaruhnya dengan tanaman padi. 

"Tapi ini lagi-lagi bagaimana menarik wisatawan itu mau menginap di DTW Jatiluwih. Agar terisi home-home stay milik masyarakat. Artinya mereka tidak sekedar datang melihat subak di pagi hari. Tetapi juga mereka wisatawan betah berlama-lama di DTW Jatiluwih," tuturnya. 

Pertunjukkan animasi sinar laser ini dilahan masih tahap trayler atau ujicoba yang digratis kepada para wisatawan. Namun tidak menutup kemungkin akan dikenakan tiket nanti. 

"Karena ini diawal kami berikan gratis sebagai promosi dulu. Rencana ada retribusi tiket, tapi masih dalam kajian kami," pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Jatiluwih #tabanan #pariwisata