DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mengumumkan pencapaiannya sebagai salah satu dari delapan unggulan yang dirilis Dewan Nasional KEK di Indonesia yang berhasil mencapai 75 persen dari target investasi tahun 2024.
Hal ini mencerminkan besarnya kepercayaan investor global terhadap visi Kura Kura Bali untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif.
Zakki Hakim, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Master Developer dari Kura Kura Bali, memaparkan pencapaian ini bukan sekadar angka. Namun bukti kuatnya komitmen Kura Kura Bali menjadi destinasi yang melestarikan warisan budaya Bali sekaligus mendorong kemajuan masa depan.
Melalui inovasi dan perencanaan yang baik, proyek ini menetapkan standar berkelanjutan dalam pembangunan yang memenuhi kebutuhan modern dan tetap menghormati kekayaan budaya Bali,” beber Zaki Hakim, saat media gathering Selasa, 18 Desember 2024.
“Pencapaian yang telah kami raih menegaskan kemampuan Kura Kura Bali untuk memberikan hasil sekaligus terus berkomitmen pada kemajuan yang berkelanjutan,” tukas Zakki Hakim
Menariknya, di tepi lahan area seluas sekitar 400 hektare ini, manajemen Kura Kura Bali bakal membangun pelabuhan marine untuk kapal-kapal yacth wisata.
“Visi kami untuk masa depan berpusat pada pengembangan gaya hidup marina bertumpu pada kearifan lokal maritim Indonesia, membangun komunitas pencari pengetahuan, dan juga fokus meningkatkan kualitas hidup (longevity) individu,” jelasnya, saat doorstop.
Prioritas ini memandu pihaknya menciptakan destinasi yang terintegrasi dan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan lingkungan.
Diuraikan, Kura Kura Bali terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi unggulan dengan mematuhi prinsip pembangunan yang bertanggung jawab.
Buktinya, pada 14 Desember 2024, sejumlah investor global telah meresmikan kemitraan baru dengan KEK Kura Kura Bali melalui penandatanganan beberapa Nota Kesepahaman (MoU). Kemitraan ini antara lain:
- Mitsubishi Estate Co. Ltd. (Jepang): Mitra strategis yang akan berkontribusi pada
keahlian dan jaringan untuk mendukung pengembangan berbagai area di pulau ini,
termasuk marina, promenade, hunian, dan vila.
TPC Group (Singapura): Sebuah bisnis keluarga generasi ke-4 yang
bertujuan melayani well-being dan menciptakan kekayaan sekaligus, sebagai mitra
strategis untuk mengeksplorasi peluang investasi yang berfokus pada dampak di
bidang Mindfulness dan Wellness yang terintegrasi dengan mulus dalam rencana induk
dan visi keberlanjutan Kura Kura Bali
- Pegasus Capital (Amerika Serikat): Mitra strategis yang mengembangkan hotel
bintang lima berkelanjutan yang menggabungkan kemewahan dengan keseimbangan
alam, serta menciptakan tolok ukur baru untuk perhotelan ramah lingkungan.
Selain itu, Kura Kura Bali juga sedang dalam tahap diskusi lebih lanjut dengan investor lain untuk inisiatif yang mempromosikan praktek berkelanjutan, seperti desain bangunan hemat energi dan pembangunan yang ramah lingkungan. Kemitraan ini menunjukkan kemampuan proyek untuk menarik minat investor global di Singapura, Jepang, AS, dan negara lainnya, sekaligus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
Kemajuan pembangunan telah terlihat di berbagai proyek unggulan, termasuk di antaranya:
- Grand Outlet Bali (GOB): Kolaborasi dengan Mitsubishi Estate untuk menciptakan
destinasi ritel kelas atas.
- ACS Bali: Sekolah antarbudaya yang mendorong keunggulan dalam pendidikan.
- Hotel: Hotel empat lantai dengan setidaknya 140 kamar, dan direncanakan untuk
mulai beroperasi pada Q4 2026 atau di awal 2027, bersinergi dengan fasilitas dan
amenitas GOB.
Kura Kura Bali tetap teguh pada misinya untuk menginspirasi dan berinovasi. Sebagai prototipe master developer yang bertumpu pada prinsip pembangunan berkelanjutan.
”Kura Kura Bali akan terus berkontribusi pada dampak jangka panjang di Bali, Indonesia, dan dunia, menunjukkan bagaimana kemajuan dan pelestarian dapat berjalan harmonis sesuai prinsip tri hita karana,” pungkas Zaki. ***
Editor : M.Ridwan