AMLAPURA, Radar Bali.id- Akibat musim hujan yang terus berlangsung membuat kunjungan wisatawan ke Arung Jeram Telaga Waja menurun hingga 50 persen dari hari biasanya. Penurunan terjadi sejak November 2024 hingga sekarang.
Salah seorang pengusaha arung jeram di Sungai Telaga Waja, I Made Agus Kertiana, dalam keterangannya mengaku, penurunan wisatawan sekitar di tempat usahanya itu hingga 50 persen dari hari biasanya.
”Biasanya tamu yang datang per hari sekitar 60 sampai 70 orang. Sekarang cuma 30 orang sudah bagus,” kata Agus Kertiana, Kamis (26/12/2024).
Rafting atau wisata arum jeram di Sungai Telaga Waja menurun kara dia akibat musim hujan yang terus berlangsung. kemungkinan lantaran beberapa faktor. ”Karena hujan juga kami terpaksa buka tutup. Karena ketika hujan volume air sungai tinggi,” jelasnya.
Selain karena faktor hujan, sejumlah tamu yang akan melangsungkan rafting juga dialihkan ke wilayah Gianyar. Sehingga menyebabkan wisatawan yang menyukai wisata arum jeram terbagi. ”Tapi untuk Telaga Waja ini lebih banyak peminatnya. Karena memang memiliki ciri khas sendiri. Selain itu faktor alam juga lebih bagus,” ucap Kertiana.
Baca Juga: Innalillahi...Hanyut Saat Wisata Arung Jeram, WNA Arab Saudi Meninggal Dunia
Selain rafting, kunjungan wisatawan ke wisata diving serta snorkeling di Karangasem juga mengalami penurunan dibandingkan hari biasa. Kunjungan masih di dominasi wisatawan mancanegara. Sedangkan domestik hanya beberapa orang. [*]
Editor : Hari Puspita