DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang identik dengan pantai dan beach club.
Padahal, Bali juga memiliki beragam tempat yang menawarkan kedamaian dan keindahan alami. Salah satunya sawah terasering Jatiluwih di Tabanan, sekitar satu jam dari Denpasar.
Sawah terasering Jatiluwih telah diakui Unesco sebagai salah satu warisan budaya dunia sejak 2012. Salah satunya karena sistem pengelolaan air tradisional bernama subak yang mencerminkan keharmonisan hubungan manusia, alam, dan Tuhan.
Hamparan sawah hijau terbentang sejauh mata memandang tersusun rapi membentuk undakan yang terlihat seperti tangga menuju langit. Berlatar belakang pegunungan Batukaru, sawah Jatiluwih adalah tempat sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota. Pesona tersebut yang menarik mantan Presiden Barack Obama untuk berkunjung ke Jatiluwih pada 2017.
Pemandangan yang menyejukkan mata tersebut ditunjang dengan udara di Jatiluwih sangat sejuk. Berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, pemandangan majestik yang sangat romantis tersebut dapat dinikmati sembari menyesap kopi, pisang goreng, kelapa muda, dan aneka jajanan khas Bali di kafe-kafe terdekat atau di gazebo.
Bagi Anda yang ingin meresapi kehidupan masyarakat di sekitar Jatiluwih, cobalah mampir ke warung-warung lokal yang menyajikan kuliner khas Bali, seperti nasi campur dan lawar. Sejumlah buah eksotik seperti rambutan, alpukat, dan durian dari kampung di sekitar Jatiluwih juga tersedia pada saat musim panen.
Waktu terbaik untuk menikmati pesona sawah Jatiluwih adalah di pagi hari saat embun belum hilang atau menjelang matahari terbenam saat langit merah merona bertemu dengan hijaunya dedaunan.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih dalam, Anda dapat menjajal untuk berjalan kaki menyusuri pematang sawah. Suara gemericik air dari saluran irigasi serta nyanyian burung-burung yang beterbangan di sekitar sawah akan menemani perjalanan Anda.
Jangan lupa menggunakan sepatu yang nyaman untuk trekking, topi atau payung, dan baterai ponsel yang penuh agar dapat mengabadikan setiap sudut Jatiluwih yang memukau.
Anda juga dapat berinteraksi dengan petani yang mengerjakan sawah dengan alat-alat tradisional. Anda dapat mengajak keluarga untuk mencoba menanam padi atau membajak sawah yang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Terdapat tiket masuk sebesar Rp 40 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 50 ribu untuk wisatawan asing untuk menikmati seluruh area tanpa batas waktu. Tiket tersebut untuk memastikan kelestarian area Jatiluwih.
Jika Anda mencari pengalaman berbeda di Bali yang penuh kedamaian dan keindahan, Jatiluwih adalah jawabannya. ***
Editor : Ibnu Yunianto