SEMARAPURA, Radar Bali.id- Kunjungan wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida mengalami peningkatan cukup signifikan selama libur panjang hari raya keagamaan akhir Januari 2025 ini.
Hanya saja meningkatnya jumlah kunjungan ini tidak dirasakan pemilik penginapan di kecamatan tersebut. Curah hujan yang tinggi disebut sebagai penyebab wisatawan lebih memilih melakukan liburan tanpa menginap di Nusa Penida.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, Kamis (30/1/2025) menjelaskan rata-rata kunjungan wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida sekitar 3.348 orang per harinya.
Nah, berkaitan dengan libur panjang hari raya keagamaan, yakni Isra Mikraj Nabi Muhammad S.A.W (27/1/2025) dan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili (29/1/2025), menurutnya terjadi peningkatan kunjungan cukup signifikan mulai Jumat (24/1/2025).
”Peningkatan kunjungannya mencapai 60 persen dibandingkan hari biasa,” katanya.
Meski hari libur nasional, kunjungan wisatawan masih didominasi wisatawan mancanegara. Tetapi terjadi peningkatan pada jumlah kunjungan wisatawan domestik. ”Dibandingkan minggu sebelumnya, terjadi peningkatan dalam minggu ini,” jelasnya.
Hanya saja meningkatnya jumlah kunjungan tidak dirasakan pengaruhnya oleh Ketut Kusetiawan seorang pemilik penginapan di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida. Dikatakannya penginapannya selama libur panjang ini terbulang sepi sehingga harga penginapannya berkisar di angka Rp200 ribu – Rp250 ribu per kamar per malam. Sedangkan untuk harga normal di kisaran harga Rp300 ribu.
Sementara saat ramai, bisa berkisar Rp400 ribu. ”Biasanya yang menginap di tempat saya itu wisatawan India, Tiongkok, dan Australia. September lalu baru ramai,” ungkapnya.
Menurutnya sepinya penginapannya di momen libur panjang ini karena curah hujan yang cukup tinggi. Di mana wisatawan memilih hanya berlibur di Nusa Penida tanpa menginap atau lebih dikenal dengan istilah one day trip. ”Imlek musim penghujan, kebanyakan balik Denpasar,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita