Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Yakin Bermanfaat untuk Anak Cucu, Nelayan Pulau Serangan Dukung Pembangunan KEK Kura Kura Bali, Begini Alasannya

Admin Radar Bali • Kamis, 13 Maret 2025 | 14:20 WIB
INDAH: Lanskap citra udara kawasan KEK Pulau Serangan yang dikelola BTID
INDAH: Lanskap citra udara kawasan KEK Pulau Serangan yang dikelola BTID

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Dalam setiap Pembangunan selalu ada kontroversi. Namun kali ini nelayan di Pulau Serangan Kota Denpasar mendukung pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali (BTID).

Nelayan setempat menilai manfaat pembangunan ini akan dirasakan anak cucu di Serangan pada masa mendatang.

"Kalau soal pembangunan Kura Kura Bali, saya secara pribadi seribu persen mendukung. Saya kini telah berusia diatas 43 tahun, mau jadi apa. 10 tahun mendatang sudah jadi hotel saya mau bekerja jadi apa. Gak mungkin lagi bekerja. Mana ada perusahaan menerima karyawan yang sudah berusia 50 tahun," jelas nelayan yang tak ingin namanya di korankan, Minggu 9 Maret 2025.

 

Menurut nelayan ini, kedepan anak cucu semua warga di Serangan akan merasakan manfaatnya.

"Saya punya anak cucu, siapa tahu bisa bekerja di sini. Jadi tak perlu jauh-jauh kerja di luar Pulau Serangan," katanya.

Ia menyampaikan, secara pribadi akan berjuang untuk kepentingan masyarakat Serangan. Berjuang secara positif dan akal sehat,” ujarnya.

 Baca Juga: Proyek Marina Internasional KEK Kura Kura Bali: Aman, Tertib dan On Track!

"Di sini banyak warga yang setuju pembangunannya. Dari pada anak mereka kerja di Nusa Dua, Kuta dan Sanur. Lebih baik di sini. Mari kita berjuang untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi," kata nelayan.

Nelayan ini juga meminta Kura Kura Bali memasang petunjuk jalan atau akses menuju laut.

Papan penunjuk ini tak perlu yang permanen. Agar bisa dipindah-pindah sebagai rambu bagi warga tidak mengganggu proyek pembangunan di KEK.  

 Baca Juga: Gandeng Investor Global, Kura Kura Bali Proyeksi Pengembangan KEK Berkelanjutan, Rancang Marina sebagai Gaya Hidup Baru

"Bagi kami hanya butuh akses ke laut. Buatlah petunjuk agar warga ingin lihat nyata ada petunjuk jalan atau akses. Bikin petunjuk itu tak mahal kok. Plang di jalan itu tak permanen supaya bisa dipindah. Bikin yang tak permanen seutuhnya. Pasang rambu menuju laut agar tak ganggu masuk ke area proyek," kata nelayan.

Selaras dengan aspirasi dan harapan para nelayan Serangan, sebelumnya Anggota DPD RI dapil Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan hal serupa di media sosialnya (instagram).

AWK membeberkan sejumlah hal penting usai pertemuan bersama Presiden Komisaris PT BTID/ Bali Turtle Island Development/ Kura Kura Bali Pulau Serangan, Tantowi Yahya, belum lama ini.

 Baca Juga: Gelar Rakor, Wow! Gubernur Koster Naikkan Gaji DPRD Se- Bali dan Bentuk 32 Tim Percepatan, Ini Daftarnya

Dalam kesempatan itu, AWK meminta kepada manajemen Kura Kura Bali agar mempercepat pembangunan di kawasan BTID di Pulau Serangan. Percepatan pembangunan fasilitas di kawasan menurut AWK, akan menyerap banyak tenaga kerja di Bali. 

"Percepat pembangunan agar segera bisa serap tenaga kerja. Tiru ITDC dan GWK yang sukses," kata AWK dalam narasi yang dipost di akun instagramnya @aryawedakarna, Sabtu 1 Maret 2025.

Untuk diketahui, Kura Kura Bali merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Pariwisata Berkualitas dan Industri Kreatif pada lahan 498 hektar. Lokasi ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia pada April 2023 dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai Master Developer.***

Editor : M.Ridwan
#KEK Kura Kura Bali #pulau serangan #nelayan #btid #awk