DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025 resmi mengangkat tema “Indonesia: Preserving Green Nature and Cultural Heritage for the World”. Event ini akan berlangsung pada 11–13 Juni 2025 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.
Menariknya, hingga per 21 Maret 2025, BBTF sudah mencatat partisipasi 192 perusahaan seller dari 6 provinsi seperti dari Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT.
Selain itu sudah ada 288 booth exhibitor dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Namibia. ”Sebanyak 206 perusahaan buyer dari 38 negara telah terdaftar, termasuk dari India, Filipina, UEA, Australia, Prancis, hingga buyer baru dari Mauritius dan Lituania.
BBTF 2025 akan menjadi panggung kolaborasi strategis antara pemerintah," kata
Ketua Panitia BBTF 2025 dan Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, Sabtu (22/3) sore.l di Sanur, Denpasar.
Dia menjelaskan, BBTF bukan sekadar pertemuan bisnis. Event inu adalah platform strategis untuk memperkenalkan Bali sebagai pemimpin pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, serta menarik wisatawan premium dan investasi bernilai tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pariwisata nasional yang berkualitas dengan menitikberatkan pada keberlanjutan, pemerataan manfaat, dan pelestarian budaya serta lingkungan.
Dua program prioritas yang diangkat adalah Gerakan Wisata Bersih, yang fokus pada pengelolaan sampah dan sanitasi destinasi, serta paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara) guna mengurangi kepadatan di Bali Selatan dan mendorong pemerataan kunjungan.
”Melalui Gerakan Wisata Bersih dan pengembangan koridor wisata 3B, kami ingin memastikan bahwa setiap destinasi di Indonesia tumbuh dengan fondasi yang kuat: kebersihan, keberlanjutan, dan partisipasi aktif masyarakat lokal,” sebutnya.
Baca Juga: Runyam! Kontraktor Texmura Diduga Melakukan Kriminalisasi pada Pemberi Kerja, Begini Kejadiannya
Tahun ini, BBTF sendiri tidak hanya menampilkan destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur. Event ini juga akan memperkenalkan inovasi dalam tren pariwisata global melalui beberapa sektor strategis. Mulai dari lariwisata spiritual dan pebugaran, peningkatan minat terhadap wellness melalui meditasi, yoga, dan kunjungan ke tempat suci untuk ketenangan batin dan keseimbangan hidup.
Lalu ada pariwisata medis dan lesehatan guna menjawab meningkatnya minat wisatawan global terhadap layanan kesehatan berkualitas dalam suasana perjalanan yang nyaman.
Kemudian pariwisata petualangan, yang digemari generasi muda untuk eksplorasi alam dan ekowisata autentik. Dan yang terakhir adalah wisata mewah, yang menunjukkan pertumbuhan permintaan terhadap akomodasi eksklusif, layanan premium, dan pengalaman yang dipersonalisasi.***
Editor : M.Ridwan