Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Libur Panjang, Dinas Pariwisata Bali Tak Larang Buat Paket Liburan Asalkan Tidak Jual Nama Nyepi

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 25 Maret 2025 | 14:59 WIB

 

PAKET WISATA: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun
PAKET WISATA: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun

DENPASAR, radarbali.jawapos.comSepekan lagi ada dua hari raya besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi tanggal 29 Maret dan Idul Fitri 31 Maret diharapkan Bali menjadi pilihan  wisatawan domestik (wisdom) untuk menikmati libur panjang. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun tidak melarang pengusaha pariwisata untuk membuat paket liburan, namun ditegaskan tidak menjual nama Nyepi dalam promosi.

”Maksudnya Pak Gubernur  boleh saja tapi  jangan pakai bahasa Nyepi dalam artian dikemas bahwa ini menyambut libur panjang bali silakan menginap di Bali,” ucapnya. 

Lebih lanjut disampaikan,  semuanya harus menghormati masyarakat Bali beragama Hindu untuk melakukan tapa brata penyepian agar nama nyepi tidak dijual. Dispar Bali melakukan monitor pergerakkan pariwisata h-7 hari raya.

Kemungkinan peningkatan wisdom berlibur ke Bali, terlebih harga tiket pesawat wajar dan adanya Tol Gending-Paiton yang resmi dibuka kemarin (24/3/2025) sehingga diharapkan meningkatkan wisatawan berwisata ke Pulau Dewata.

”Semoga ini bentuk optimis saya selaku Kadispar, kembali Bali akan menjadi pilihan,” imbuh Tjok Bagus. 

Selain itu awal tahun ini pariwisata dirasa tampak lesu karena masuk low season. Klaim Tjok Bagus, jumlah wisatawan terus meningkat Januari hingga Februari, tapi diakuinya memang menurun dibandingkan tahun lalu.

Hal yang membuat tercatat menurun karena kebanyak wisatawan menginap di pondok wisata atau homestay.

 ”Pertama memang ini Februari  sampai April adalah low season kalau dari jumlah kunjungan Januari-Februari kan terus meningkat ni tetapi kalau dibandingkan tahun lalu ada penurunan dikit. Tapi yang jelas turun karena akomodasi trennya banyak wisatawan datang tetapi mereka tidurnya di pondok wisata, villa, homestay,” jelasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#idul fitri #nyepi #Tjok Bagus Pemayun #paket wisata #libur panjang