Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kongkrit! Pemprov Bali dan Pemprov DKI Jakarta Tegaskan Sinergi Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan, Ini Fokus Garapannya

M.Ridwan • Jumat, 13 Juni 2025 | 06:08 WIB

 

KOLABORASI: Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub DKI Jakarta Rano Karno (tengah) foto bersama pejabat lainnya di BICC arena BBTF 2025 hari kedua 12 Juni 2025.
KOLABORASI: Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub DKI Jakarta Rano Karno (tengah) foto bersama pejabat lainnya di BICC arena BBTF 2025 hari kedua 12 Juni 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pertemuan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025 di hari kedua kian mengerucut pada pemajuan pariwisata dalam konsep kolaborasi. Hasil kongkrit dicapai Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sepakat komitmen bersama untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang semakin menjanjikan.

Yakni kebijakan terpadu, kolaborasi strategis, dan pemantauan ketat dalam menghadapi tantangan sampah, kemacetan, dan pergerakan wisatawan internasional.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan Bali fokus membenahi 3 masalah utama guna menata pariwisata kedepan. 

Dimulai dari Gerakan Bali Bersih Sampah, yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 dan resmi berlaku sejak 11 April 2025 bersama Menteri Lingkungan Hidup.

”Kami fokuskan pada pengelolaan sampah di sumbernya serta pembatasan plastik sekali pakai di bawah 1 liter. Semua elemen—mulai dari pemerintah daerah dan desa adat hingga pelaku usaha pariwisata, sekolah, pasar, dan tempat ibadah—diwajibkan mengikuti kebijakan ini, demi mewujudkan Bali bersih dari sampah dalam dua tahun ke depan,” tegas Koster, di forum BBTF hari kedua, Kamis, 12 Juni 2025.

Kemudian papar Koster, dalam menanggulangi kemacetan, Pemprov Bali telah menerapkan skema lalu lintas baru, penyesuaian jam operasional kantor dan sekolah, serta pelarangan angkutan logistik siang hari.

KONSEP BARU: Gubernur Bali Wayan Koster di forum BBTF 2025 yang berlangsung di BICC Nusa Dua (12/6/2025).
KONSEP BARU: Gubernur Bali Wayan Koster di forum BBTF 2025 yang berlangsung di BICC Nusa Dua (12/6/2025).

”Rencana pembangunan underpass di Denpasar dan Badung—dibiayai oleh 10 % PHR kabupaten/kota terkaya—akan dimulai perencanaan tahun ini dan konstruksi tahun depan, dengan target selesai sebelum 2029. Armada Kendaraan Dewata pun kembali beroperasi secara gotong-royong antar-kabupaten, dan kami menjajaki moda transportasi berbasis rel untuk masa depan,” beber Koster.

Sementara itu, soal wisatawan nakal lanjutnya, lebih dari 400 wisatawan asing berkelakuan menyimpang telah dideportasi oleh tim terpadu kepolisian dan imigrasi, sebagai langkah tegas menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan Pariwisata Bali.

”Saya menyambut antusias pertumbuhan kunjungan internasional yang mencapai rata-rata 20.309 pengunjung per hari pada April 2025, serta kenaikan penerimaan pajak daerah—Badung memimpin dengan Rp 5,9 triliun per Desember 2024, diikuti Denpasar Rp 1,4 triliun dan Gianyar Rp 1,3 triliun—menandakan dampak positif kebijakan pemulihan pariwisata dan investasi infrastruktur,” sebut Koster.

Pemimpin asal Sembiran Buleleng ini melihat Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) sebagai jembatan penting antar-pelaku industri, pemerintah, dan buyer global untuk memperkuat citra destinasi dan membuka peluang investasi baru.

”Melalui BBTF, kami berharap memperluas kerja sama strategis dengan Provinsi DKI Jakarta—memanfaatkan jaringan BUMD transportasi dan dana silpa—serta menegosiasikan rute dan frekuensi penerbangan bersama maskapai internasional. Dengan sinergi seluruh lapisan pemerintahan, pelaku pariwisata, dan mitra udara global, kita akan mewujudkan lingkungan yang bersih, mobilitas lancar, dan kenyamanan akses masuk yang semakin baik—sehingga Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia,” harapnya, penuh keyakinan.

Bak gayung bersambut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno yang hadir di perhelatan BBTF 2025 menyatakan DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan Provinsi Bali, memanfaatkan silpa APBD DKI sebesar hampir Rp 4,8 triliun dan dukungan tiga BUMD—Bank DKI (kelak menjadi Bank of Jakarta), MRT, dan Transjakarta—untuk meningkatkan konektivitas dan arus kunjungan.

Hal ini menurutnya, menjadi penting dan krusial karena 6 juta dari 9,5 juta wisatawan domestik ke Bali berasal dari Jakarta.

Karena itu lanjutnya, kerja sama ini diharapkan mengembalikan keseimbangan kunjungan dan penerimaan pajak.

“Sebagai bagian revitalisasi, 10 hotel di Jakarta diwajibkan menampilkan budaya Betawi, sementara pembentukan Jakarta Film Commission dan konsep ‘Jakarta Kota Cinema’ dirancang untuk menarik talenta dan investor perfilman—sektor dengan 84 juta penonton nasional pada 2024. Kami juga memperluas kebijakan ASN wajib naik transportasi umum setiap Rabu, guna mendukung mobilitas berkelanjutan dan mengurangi kendaraan pribadi,” tandas politisi yang juga Bintang film ini.

Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2025, Putu Winastra menguraikan, BBTF telah menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan tahan lama antara produk dan destinasi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman nyata di tempat, melampaui sekadar ruang pamer.

“Lebih dari itu, BBTF telah membuktikan jangkauan dan dampak internasionalnya, berakar pada semangat budaya unik Bali, berbasis di Bali namun berfokus pada seluruh Indonesia,” kata Putu Winastra.

Senada, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Partha Adnyana mengatakan, ASITA ibarat dapur dalam dunia pariwisata.

“Sejak menyambut tamu, menyiapkan segala kebutuhan pra-perjalanan hingga ahir pengalaman wisata. Sebagai garda terdepan, ASITA berperan sebagai ‘frontliner’ yang tak tergantikan. dibawah naungan BTB tidak di izinkan asosiasi lain menggelar acara serupa, kami berkomitmen memperkuat kehadiran ASITA di Bali—agar kualitas layanan dan kolaborasi industri pariwisata se Indonesia semakin kokoh,” tandas Ida Bagus Partha Adnyana.***

Editor : M.Ridwan
#Bali and Beyond Travel Fair #kolaborasi #pemprov bali #BBTF 2025 #pemprov dki jakarta