NEGARA, Radar Bali.id - Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, sempat menjadi destinasi wisata favorit di Jembrana sejak selesai dibangun swadaya masyarakat pada tahun 2017 lalu.
Namun saat pandemi Covid -19, tahun 2020, objek wisata yang menawarkan keindahan alam Jembrana ini redup, bahkan ditutup sampai saat ini.
Karena penutupan itu, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung. Dengan dukungan sana dari swasta, Green Cliff dibangkitkan kembali.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin.
”Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik," ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita