RadarBali.id—Kabar sudah menyebar luas di media sosial (medsos) dan sudah “dirujak” netizen, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, akhirnya angkat bicara.
Dia menanggapi kabar yang beredar luas di medsos mengenai permintaan untuk mandi menggunakan air galon saat melakukan kunjungan kerja ke daerah, termasuk Labuan Bajo, NTT.
Menpar Widiyanti dengan tegas membantah tudingan yang dinilainya sebagai hoaks 100 persen tersebut. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi anonim yang berpotensi merugikan citra sektor pariwisata, khususnya industri perhotelan di Indonesia.
Terkait isu lain yang kerap menyertai, yaitu tudingan merepotkan atau pembatalan tiga agenda saat kunjungan kerja, Kemenpar juga memberikan klarifikasi.
Mengaku Paling Jarang Merepotkan
Menpar Widiyanti menegaskan bahwa ia paling jarang merepotkan. Ia bahkan menyebutkan bahwa pemesanan akomodasi seringkali ditangani secara mandiri.
"Dari mana merepotkan? Saya paling jarang merepotkan. Kalau dari booking hotel, biasanya kami lakukan sendiri," ucapnya.
Staf Khusus Apni Jaya Putra menambahkan, Ibu Menteri justru tidak ingin daerah repot menyambut. Ia seringkali memilih untuk pulang tanpa seremoni yang berlebihan, alih-alih meminta penyambutan yang berlebihan.
Kementerian Pariwisata menegaskan, di tengah hiruk pikuk isu miring tersebut, fokus utama Menteri Widiyanti Putri Wardhana tetap pada target pembangunan pariwisata nasional. Ini mencakup peningkatan jumlah wisatawan dan devisa, pengembangan destinasi, serta dukungan bagi UMKM lokal.
Kemenpar mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu anonim dan disinformasi. Kementerian mengajak semua pihak untuk fokus mendukung program kerja nyata dalam memajukan pariwisata Indonesia.[*]
Editor : Hari Puspita