Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nuarta Sempat Minta Gubernur Pastika Akuisisi, Ditolak DPRD Bali, Juga Hibahkan Pemerintah Pusat Tak Direspons Positif

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 3 Oktober 2025 | 03:23 WIB

 

DALAM SOROTAN: Patung Garuda Wisnu Kencana ciptaan Nyoman Nuarta yang kini kembali disorot
DALAM SOROTAN: Patung Garuda Wisnu Kencana ciptaan Nyoman Nuarta yang kini kembali disorot

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Polemik penembokan yang dilakukan GWK terdengar sampai ke Pendiri GWK,  I Nyoman Nuarta. Nuarta merupakan Pendiri Yayasan Mandala Garuda Wisnu Kencana, Komisioner PT Garuda Adhimatra. Sejak tujuh tahun lalu Nuarta menyebut GWK bukan miliknya lagi.

Sempat dikonfirmasi mengenai permasalahan penutupan akses jalan, Nuarta mengaku tak berhak berkomentar. Sebab, GWK bukan miliknya sudah tujuh tahun lalu.

GWK menonjolkan wisata budaya memiliki luas   60,7 hektare. Sebelumnya, Nuarta sempat berdiskusi dengan Mangku Pastika kala itu menjabat Gubernur Bali meminta untuk mengakuisisi saham Nuarta 100 persen di GWK.

Tujuannya supaya GWK menjadi miliki rakyat Bali. Sayangnya, DPRD Bali saat itu tidak setuju."Apa boleh dikata DPRD tidak setuju .Padahal kata Bapak Gubernur Pemda Bali sanggup menyelesaikan asal bisa dikerjakan dengan cara bertahap selama 3 tahun," ungkap Nuarta saat dihubungi kemarin (1/10/2025).

Menurut cerita Nuarta, Pastika bersedia membeli GWK dengan dana penghematan dari program-program yang kurang bermanfaat. Dana yang dibutuhkan saat itu nilainya Rp 1,3 triliun. Nominal itu hasil appraisal dari London, tapi DPRD menolak.

Tidak berhenti sampai di sana, Nuarta sempat menghadap ke istana menghibahkan saham miliknya sebesar 82 persen ke negara, supaya jadi milik Bangsa Indonesia tapi juga tidak direspons positif. "GWK pada saat itu tidak memiliki hutang bank.

Tapi tidak ada respon positif dari pemerintah.Mungkin terkendala administrasi yang berbelit," ungkapnya.

 Baca Juga: Kelar Diselidiki, Skandal Perumda Tohlangkir, Karangasem: Ada Oknum Staf Bobol Data Meteran, Tagihan Melonjak Drastis!

Pria jebolan jurusan seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai niat baiknya tidak mudah diterima di negeri ini." Kalau ada yang meragukannya kecintaan dengan negeri ini.Sekarang saya bertanya orang-orang yang bicaranya hebat itu sudah berbuat apa terhadap negeri ini? Khusus untuk Bali saja tidak usah Indonesia," tanyanya menohok.

Nuarta adalah pendiri Yayasan GWK,  ia mengumpulkan dana untuk membantu para seniman, penulis , kurator , perkumpulan seni." Membantu( sekhe budaya) yang nasibnya kurang baik," ucapnya.

Melihat kembali ke belakang ide untuk pembangunan patung GWK tercetus dari I Nyoman Nuarta  sejak tahun 1989, dimana ide ini disetujui oleh Presiden Soeharto pada tahun 1990 dan Pembangunan berjalan hingga peletakan batu pertama 7 tahun kemudian pada 08 Juni 1997.

 Baca Juga: Cek Rekening! 253 Ribu Orang Dapat BSU Bulan Oktober 2025

Mega proyek Garuda Wisnu Kencana juga turut dirembukkan oleh Gubernur Bali pada masa itu Ida  Bagus Oka, dan mendapatkan dukungan dari Menteri Pertambangan dan Energi era Orde Baru, Ida  Bagus Sudjana. Presiden Soeharto pada saat itu menugaskan Menteri Pariwisata, Pos dan

Telekomunikasi Joop Ave untuk bertugas mencari anggaran pembiayaan untuk mega proyek  tersebut. Dampak  dari Krisis moneter 1997-1998 proyek Pembangunan patung GWK  sempat dihentikan.

Pada tahun 2006 Presiden Susilo Bambang Yudhono memberikan harapan dan dorongan di hadapan  Gubernur Bali saat itu Dewa Made Beratha agar proyek besar GWK dapat diselesaikan pada tahun 2008. Akan tetapi hal ini belum bisa berjalan karena masalah pembiayaan.

Sejak tahun 1997 hingga tahun 2012 GWK mengalami masalah keuangan, sehingga akhirnya  pada tahun 2012 pendiri PT. Alam Sutera Realty Tbk  menjadi Investor dan mengambil alih pengelolaan  GWK sampai saat ini.

Setelah PT. Garuda Adhimatra Indonesia berada di bawah kepemimpinan PT. Alam Sutera Realty,  Tbk, dalam kurun waktu 5 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana terbangun  pada tanggal 22 September 2018 GWK diresmikan oleh Presiden Jokowi dengan  melakukan pemasangan mahkota Dewa Wisnu serta upacara Melaspas. Selama pengerjaan Pembangunan GWK kurang lebih 28 tahun, GWK.***

Editor : M.Ridwan
#nuartha #yayasan #polemik #gwk